Sang Pembisik (Berkata Dengan Tepat Atau Diam)

Diary klub baca anak; permainan anak-anak, berbisik.

Sabtu, 1 Agustus 2015. Kegiatan Reading Club mulai berjalan di awal Ajaran Tahun 2015/2016 ini. Di awal kegiatan ini, anak-anak memainkan sebuah permainan. Saya menyebut permainan ini Berbisik. Pertama, saya membagi mereka menjadi 3 kelompok. Setelah itu, saya meminta masing-masing kelompok untuk menulis 10 kalimat yang terdiri dari Subjek + Kata Kerja/Predikat + Objek + Pelengkap (keterangan waktu atau tempat). Saya memberi mereka waktu selama kurang lebih 30 menit untuk menyelesaikan itu.

Setelah pekerjaan mereka selesai, mereka mengumpulkan hasilnya ke saya. Kemudian permainan langsung saya mulai. Masing-masing kelompok berdiri berbaris ke belakang. Anak yang berdiri paling depan maju menjadi pembisik pertama, dan saya memberikan kertas yang terdapat 10 kalimat tersebut secara acak.

Saya memberikan waktu kurang lebih 25 detik untuk pembisik pertama membaca dan menghafal 1 kalimat yang ada di kertas itu. Dalam hitungan 25 detik sang pembisik pertama mulai membisikkan kalimat yang sudah dihafal ke telinga teman di sampingnya. Para pembisik hanya boleh membisikkan sebanyak 3 kali ke telinga teman yang berada di sampingnya. Anak yang berada paling belakang menentukan tepat atau benar tidak-nya kalimat yang sudah dibisikkan oleh pembisik sebelumnya. Atau sebaliknya, pembisik pertama bisa jadi penentu tepat tidaknya atas kalimat yang ditulis di atas kertas.

Masing-masing kelompok berlomba melakukan yang terbaik untuk mendapatkan poin terbanyak dengan mengatakan bisikan kalimat  yang tepat, meskipun ada beberapa anak tak menyebutkan kalimat dengan tepat karena kalimat yang mereka dapat sedikit panjang.

Anak-anak berusaha fokus pada setiap bisikan supaya sampai pada orang terakhir dengan kalimat yang sama dari sumber pertama. Tiap anak pasti mendapat kesempatan menjadi pembisik pertama dan penerima bisikan terakhir. Permainan tentunya berlangsung sangat seru.

Hal yang bisa anak-anak pelajari dalam permainan ini adalah:

1. Anak-anak belajar menulis dan membuat kalimat dengan sempurna. Mereka bisa menulis kalimat apa pun tentang apa yang mereka sudah lakukan atau yang mereka lihat dan ketahui. Bahwa menulis kalimat lengkap tidak terlalu sulit.

2. Melatih ingatan anak-anak untuk mengingat sebuah kalimat yang tertulis.

3. Anak-anak belajar menyampaikan kalimat/berita dengan tepat dari pembisik sebelumnya.

4. Masing-masing anak belajar bertanggung jawab menyampaikan kalimat dengan tepat dan benar dari sumbernya/pembisik.

Dalam permainan ini, jika salah satu anak menyampaikan kalimat kurang tepat, maka kekurangtepatan akan terus berlangsung sampai pada penerima bisikan terakhir. Dalam dunia nyata, jika seseorang menyampaikan kata-kata, kalimat, informasi, atau berita dengan tidak benar atau tepat, maka ketidakbenaran akan terus berlangsung sampai pada penerima seterusnya dan seterusnya. Mengenai dampaknya, tentu akan muncul beragam. Bisa jadi sangat baik, nyaman, tenteram, gelisah, mengkhawatirkan, atau  bisa jadi sangat buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *