Menulis Puisi

Diary klub membaca anak; cara anak-anak belajar menulis puisi.

Sabtu, 14 November 2015. Setelah pertemuan minggu lalu membaca puisi, pertemuan minggu ini tugas mereka menulis puisi. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya tidak akan memberi aturan apa pun (selama itu hal positif) bagi mereka untuk mengerjakan tugas yang saya beri. Mereka boleh menulis tentang apa pun yang ingin mereka tulis. Dalam hal tema pun saya membebaskan mereka untuk memilih tema apapun yang mereka ingin tulis. Saya hanya akan mengoreksi ejaan dan cara penulisan yang salah. Hanya ada 1 atau 2 anak yang merasa tidak percaya diri untuk menulis puisi.

Ketika membaca hasil tulisan mereka, sebagian puisi yang mereka tulis tentang ibu dan sahabat. Entah karena minggu lalu mereka membaca tentang ibu dan sahabat, atau entah karena tema itu mereka anggap paling mudah. Itu membuat saya terharu, menghargai setiap kata yang mereka tulis, tersenyum, dan menyenangkan membaca tulisan dan buah pikir yang berbeda dari judul yang sama. Ini lah karya mereka.

Buku (karya Dini)

Buku…
Kau memberiku Pengetahuan
Kau memberiku pekerjaan di waktu luang
Kau memberiku cerita ketika aku bosan

Buku…
Aku senang membaca ceritamu
Aku selalu ingin memahami dirimu
Kau selalu menjadi inspirasiku

Buku…
Aku berterima kasih padamu
Sudah selalu menghiburku
Ketika kesepian menyelimutiku

Kupu-kupu (Karya Novi)

Kupu-kupu….
Kau mempunyai sayap yang indah
Kau mempunyai antena
Kau memiliki rupa-rupa warna
Kupu-kupu…
Banyak orang yang menyukaimu
Karena kau lucu sekali
Kupu-kupu kau sangat indah

Buku (karya Danendra)

Buku, kau adalah lembaran yang berisi ilmu
Kau adalah jembatan ilmu
Kau yang membuatku pandai
Kau memang sesuatu yang bagus untukku
Aku sudah memilikimu
Dalam berbagai macam dan bentuk
Kau cerdaskan aku

Engkaulah Bidadariku (Karya Iqbal)

Oh Ibu….
Kau yang pertama kulihat
Kau lah yang mendidikku
Sampai kini aku besar
Oh Ibu…
9 bulan aku di kandunganmu
Keringatmu….
Air matamu…
Engkaulah bidadari surgaku

Tuhanku (karya Raihan)

Oh Tuhan,
Hanya kepada-Mu lah kami bergantung
Hanya kepada-Mu lah kami memohon
Dan hanya kepada-Mu lah kami berdoa
Serta meminta pertolongan
Oh Tuhan,
lima kali aku beribadah
Tiap pagi, siang, sore, malam
Hingga tengah malam ku beribadah
Terimalah ibadahku, Tuhan

Sahabat (karya Kenanga)

Dari awal aku duduk di bangku sekolah
Awal dari persahabatan
Kita bermain bersama
Susah senang kita bersama
Sahabat…
Kini kau telah jauh
Tapi persahabatan kita
Tidak akan kulupakan

Ibuku (karya Naufal)

Kau lah yang mengandungku
Selama 9 bulan dengan sabar
Kau lah yang membesarkanku
Kau lah yang mendidikku hingga aku besar
Ibu, kau lah yang mengajarkanku
Kau lah yang menyekolahkanku
Hingga aku pintar
Terima kasih Ibu atas didikanmu

Sepedaku (karya Raka)

Wahai sepedaku…
Kau lah yang mengantarku kemana saja
Kau yang menemaniku di saat senang dan sulit
Kau yang telah membuatku berguna dan bermanfaat

Ibuku (Karya Nando)

Kau selalu mendidikku
Kau membesarkanku
Belaian kasih sayang mu sepanjang masa sepanjang waktu
Terima kasih Ibu
Doa selalu kupanjatkan untukmu

Sahabatku (karya Rafha)

Dari mulai berkenalan hingga berteman
Kaulah yang menemaniku
Selamanya walaupun kau pergi
Aku tetap mengingatmu
Hingga kembali aku tetap mengingatmu
Walaupun kau melupakannku
Tapi, kurasa itu tidak mungkin
Aku dan kamu bermain setiap hari
Dari hari ini, kemarin, hari esok

Pahlawanku (karya Irsyad)

Kau adalah pembela negara
Yang sudah memerdekaan negara Indonesia ini
Dengan jiwa dan raga yang semangat
Pantang menyerah
Demi negara dan rakyat dia rela mati
Kau berani berdiri di barisan depan melawan para penjajah
Walaupun kau takut, kau tetap berada di barisan depan
Kau gagah berani melawan penjajah dengan senjata terkuat
“Kita harus menghormati jasa para pahlawan”

Guruku (Karya Ziddan)

Engkaulah yang membimbingku
Dari aku tak bisa membaca hingga bisa
Lelah tak kau rasa, guruku
Kau lah penyemangatku sampai aku seperti ini
Aku dan teman-teman berterima kasih padamu
Hanya doa yang bisa kupanjatkan untukmu
“Belajar lebih indah daripada bermain”

Sahabatku (karya Nabila)

Oh sahabatku…
Kau orang yang selalu menemaniku
Kau yang selalu mengerti aku
Kau yang selalu membantuku ketika susah
Oh sahabatku…
Kau orang yang menemaniku di sekolah
Kau adalah teman curahan hatiku
Kau adalah sahabat sejatiku
Yang tak akan aku lupakan

Ibu (Karya Hani)

Oh Ibu….
Engkau telah mengandungku 9 bulan
Engkau telah melahirkannku
dan engkau juga yang telah merawatku
sampai aku besar
Oh Ibu…Terima kasih atas pengorbananmu selama ini
Terima kasih atas kasih sayangmu kepadaku
Belaian kasihmu akan kuingat sepanjang hidupku

Sahabat (karya Bunga)

Sahabatku…
Kau yang selalu menemaniku
Di saat ku bersedih
Di saat ku bahagia
Dulu kita tak kenal
Sekarang kita menjadi sahabat sejati
Jika waktu memisahkan kita
Kau akan kuingat selalu

Ibu (Karya Bintang)

Kau adalah orangtuaku
Kau telah mengandungku 9 bulan
Kau rela pertaruhkan nyawamu
Kau bersusah payah melahirkanku
Kau orang pertama yang terbaik
Ibuku, kau telah mendidikku sampai sekarang
Terima kasih Ibu

Guruku (karya Zahra)

Guruku…
Kau lah yang membimbingku
Dan kau lah yang menasehatiku
Di saat aku sedang bertengkar dengan temanku
Kau yang mengajariku
Di saat aku sedang susah dan kesulitan dalam mengerjakan soal
Terima kasih guru atas bimbinganmu.

Ibu (karya Dhila)

Ibu, engkau wanita terhebat dalam hidupku
Tanpamu aku tiada
Tanpamu aku tak bisa apa-apa
Ibu, kasih sayangmu tak terbalas sepanjang masa
Belaian kasih sayangmu menghangatkan hatiku
Terima kasih Ibu

Sahabat (karya Virzani)

Oh sahabat…
Kau adalah teman sekolahku
Kau yang selalu menemaniku
Di saat senang maupun sedih
Oh sahabat …
Bagiku kau adalah segalanya
Kau adalah penyemangatku di sekolah
Aku berharap kita tidak akan berpisah

Ibu (karya Ana)

Ibu, engkau yang telah melahirkanku
Engkau yang telah mendidikku
Di waktu kecil hingga ku besar
Ibu, terimakasih telah mengasuhku
Memberi belai kasih sayang mu

Sahabat (karya Tiara)

Sahabatku…
Kau yang selalu ada
Di saat aku sedih
Kau membahagiakanku
Di saat aku kesepian
Kau datang dengan ceria
Di saat aku lapar dan memberiku makanan
Terimakasih atas segalanya, sahabatku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *