Jonathan (2018)

Satu badan dengan dua orang? Kok bisa? Itu yang terjadi dalam film Jonathan.

Jonathan merupakan film drama fiksi-ilmiah Amerika. Film ini disutradarai oleh Bill Oliver dan ditulis oleh Gregory Davis, Peter Nickowitz, dan Bill Oliver. Film yang berdurasi selama satu jam tiga puluh lima menit ini dibintangi oleh Ansel Elgort, Suki Waterhouse, Patricia Clarkson, Shunori Ramnathan, dan beberapa aktor pendukung lainnya.

Film Jonathan rilis premier di Trebeca Film Festival pada 21 April 2018 dan rilis di Amerika Serikat pada 16 November 2018.

Film Jonathan mengisahkan seorang pria bernama Jonathan dan John (Ansel Elgort) yang harus berbagi badan. Mereka melakukan aktivitas sesuai dengan jadwal yang ditentukan, seperti orang yang bekerja memiliki yang sif siang dan malam. Cara mereka berkumunikasi yaitu dengan merekam diri mereka untuk menyampaikan sesuatu apa yang mereka rasakan dan memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi. Terkadang mereka saling memberi nasehat dan menguatkan satu sama lain.

Kasus yang Jonathan dan John alami merupakan kasus yang sangat langka. Bagaimana mereka bertahan hidup ditangani oleh seorang dokter yang bernama Dr. Mina Nariman (Patricia Clarkson). Jonathan atau John sudah melakukan terapi, hipnosis, dan pengobatan, namun berakhir dengan penanaman sesuatu di belakang telinga kanan untuk tetap hidup.

Kehidupan Jonathan dan John berjalan normal sebagaimana mestinya. Namun mulai terjadi pergolakan jiwa pada diri masing-masing ketika Elena (Suki Waterhouse), kekasih John, melakukan perselingkuhan. John memutuskan hubungannya dengan Elena. Ia merasa sangat sedih dan ‘menghilang’ (tidak merekam dirinya di kamera) hingga membuat Jonathan kesepian.

You disappeared, and I was lonely.”

Dalam masa-masa kesepian itu, Jonathan kemudian bertemu dengan Elena. Dan Elena mampu membuat Jonathan jatuh cinta padanya.

John yang mengetahui hal tersebut merasa cemburu sampai depresi dengan memotong urat nadinya dan mencoba bunuh diri. Dalam situasi seperti itu membuat Dr. Nariman harus memilih siapa yang harus ‘dimatikan’, dan itu bukan keputusan yang mudah baginya.

Konsep cerita Jonathan cukup unik menurut saya. Jalinan cerita film ini cukup sederhana sebenarnya. Akan tetapi menjadi sedikit membingungkan atau mungkin rumit ketika penonton tidak dapat membedakan mana Jonathan dan mana John yang sangat mirip secara fisik. Bukan hanya itu, pertanyaan “apakah Dr. Nariman sedang melakukan eksperimen atau kah cerita ini hanya permainan dan jiwa dan pikiran?” membuat saya bertanya-tanya sepanjang menonton film ini.

Nilai: 3/5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *