Pagi dan Hal-hal yang Dipungut Kembali by Goenawan Mohamad

Pagi dan Hal-hal yang dipungut Kembali merupakan buku yang berisi epigram yang ditulis oleh salah satu penulis Indonesia, Goenawan Mohamad. Sebagian dari epigram yang ditulisnya berasal dari ‘kicauan’nya di Twitter. Buku ini diterbitkan pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2011, dengan kategori buku Non-Fiksi/Sosial Budaya

Dalam buku ini, terdapat 189 halaman dan berisi lebih dari 400 epigram yang isinya merupakan syair, peribahasa, dan ungkapan-ungkapan pendek yang padat, penuh kearifan, dan penuh gagasan. Kata-kata di dalamnya sangat menarik dan memiliki pesan-pesan,  sindiran dan paradoks atas suatu peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Buku ini merupakan saripati dan tulisan-tulisan Goenawan Mohamad yang terserak di berbagai media cetak seperti buku dan majalah.

Saya tertarik pada hampir semua kata yang tertulis dalam buku ini. Namun di sini saya akan menulis epigram-epigram yang paling menarik pikiran dan perhatian saya.

Memfitnah itu lebih mudah ketimbang membunuh. Memfitnah lebih mudah ketimbang memberantas korupsi. Maka berkecamuklah fitnah.

Pagi terbaik datang tanpa sisa mimpi— dan hari bisa dimulai dengan harapan.

Kebhinnekaan tak berarti satu daerah memiliki satu budaya. kebhinnekaan berarti tiap kita bisa menyatakan keragaman tiap tempat.

Memihak itu salah. Apalagi memihak karena keyakinan dan untuk orang banyak.

Ideas grow from real life. Including pain and desires.

Melarang buku di zaman ini adalah tindakan bodoh yang mencoba menularkan kebodohan.

Saya tak mengharapkan pahlawan. Orang tak selalu baik, benar, dan berani. Tapi saya mengagumi tindakan yang baik, benar, berani, biarpun sebentar.

Kita harus saling mengingatkan ketika kita memilih lupa dan ingatan. Tugas pertama penulis sejarah: jujur. Tugas kedua: rendah hati.

Yang logis belum tentu benar. Untuk memahami ini cukup baca Agatha Christie.

Antivirus buat demokrasi bisa ditemukan, tapi akan ada virus baru. Demokrasi itu kerja dan komitmen yang tak bisa berhenti.

Tiap generasi tampaknya ingin punya revolusi sendiri. Yang kita seriong lupa, tiap revolusi punya kekecewaannya sendiri.

“Para ulama itu polisi Tuhan.” Dan mereka juga jaksa dan hakim, dengan terdakwa yang tak berhak punya pembela dan naik banding.

Yang menodai agama adalah mereka yang memamerkan agama sebagai sumber kekerasan, kebencian, dan pikiran yang serba curiga.

Morning is God’s special gift. In its quietness you can hear murmurs of life coming. The first light is like resurrection.

Sesungguhnya akan merosot agamu ketika kau nilai orang lain berdasarkan ras dan kaumnya, bukan amalnya.

Karena keagungan-Nya yang ajaib, Tuhan tidak berbicara kepada kita dalam prosa.

There is a time to joke and a time to fight, a time to laugh and a time to learn, a time to be silly and a time to be sane.

Kekuasaan Tuhan yang menentukan orang ke surga dan neraka. Kekuasaan negara yang melindungi si lemah yang dianiaya.

Pagi: burung-burung terus saja sibuk, tanpa harus memilih sikap, tanpa dilema, mungkin juga tanpa harap dan kecewa.

Dimulikaanlah orang yang dianiaya kerena keyakinannya dan bangkit untuk tak hendak menganiaya orang lain.

Dibalik pagi, matahari, unggas, dan manusia, adalah nol: ketiadaaan, dasar dari segala dasar. Sering kita takut dan melupakannya.

Pagi: selalu seperti bab baru sebuah buku. Dan sebuah buku adalah, seperti kata Borges, “satu poros untuk cerita-cerita yang tak terhitung.”

Selamat pagi untuk orang-orang beriman, setengah beriman, dan tak beriman. Morning is heaven’s non-discriminatory gift.

Banyak yang repot agar arah kiblat persis. Saya tak tahu kenapa demikian jika kita percaya Tuhan lebih dekat daripada urat nadi kita.

Selamat pagi. Berpagi-pagi dahulu, bersiang-siang kemudian. Berbagi-hati dahulu, berbagi senang kemudian.

Selamat tidur. Besok saya akan bangun dan mencoba mengerti: Tuhan tak menciptakan dunia dimana semua manusia seperti yang saya maui.

Humor itu berbeda dengan menertawakan orang lain. Rasa humor bisa menolong kita untuk tak merasa paling jago sendiri.

Lari pagi adalah cara untuk berteman dengan pohon-pohon. Kita tak menghitung jarak, tak mengukur hasil, tapi mengikuti angsana dan asam ranji.

Selamat mirip pagi, teman-teman. Kadang-kadang tak ada salahnya dengan ilusi. Atau mirip ilusi.

Jika tak ada ketakjuban lagi, setidaknya masih ada pagi.

Perempuan belum tentu ibu. Perempuan tak hanya ibu. Perempuan adalah awal dari ibu.

Indonesia dalam kemenangan, dalam kekalahan, dalam kegembiraan, dalam kesedihan: ia ada dalam hidup kita, kita ada dalam hidupnya.

Saya sering katakan, demokrasi tak menjanjikan masyarakat sempurna. Tapi ia beri lebih banyak peluang untuk melihat cacat dan mengoreksinya.

Selamat pagi kepada dunia yang seharusnya tak ada anak yang diculik, tak ada kebencian yang disebar, tak ada kecurangan yang diorganisir.

Selamat pagi. Selamat pagi pada mereka yang tiap hari memperbaiki sebuah jalan dekat kita yang selalu rusak, yaitu harapan.

Pagi: hidup tak hanya ditentukan oleh judul-judul berita, bukan?

Makian adalah tanda orang lemah yang tak mengerti kekuatan diam.

Benci itu racun. Ketawa itu obat. Senyum itu iklan apotek.

Bayangkan: andai saya hidup di sebuah negeri di mana saya tak boleh memilih iman dan keyakinan sendiri …..

Fajar adalah tanda: hidup dimulai dengan berbagi matahari.

Ketika pendidikan sastra praktis nihil di sekolah-sekolah, perkenalan puisi lewat lagu jadi alternatif yang baik. Sastra dinikmati, bukan dihafal.

Benci itu buta. Tapi benci lebih merusak ketimbang buta.

Kritik yang baik dikemukakan dengan fakta dan penalaran. Bukan dimulai dengan kesimpulan.

Tiap simbol dibuat dan diterima sebagai hasil proses kesepakatan. Bahasa juga demikian.

Buku mengisi jam-jam kita yang kosong dengan percakapan yang mungkin tak akan pernah selesai, tapi membuat kita tahu: kita hanyalah penafsir tanda-tanda, dimana kebenaran menerakan jejaknya. Itu sebabnya kata pertama yang menakjubkan adalah: “BACALAH”.

 

 

Linguistik Umum

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tak akan lepas dari bahasa. Karena bahasa adalah satu-satunya alat komunikasi yang digunakan oleh manusia.

Seseorang yang bekerja yang berkenaan dengan bahasa, seperti guru bahasa, penerjemah, pengarang atau penulis, wartawan, dan lain sebagainya pasti akan bertemu dengan masalah-masalah linguistik. Tanpa pengetahuan yang memadai mengenai ilmu linguistik, maka kita akan mengalami kesulitan dalam memahami masalah-masalah linguistik.

Menurut Drs. Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul Linguistik Umum, secara populer orang sering menyatakan bahwa linguistik adalah ilmu tentang bahasa; atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya; atau lebih tepat lagi, seperti dikatakan Martinet (1987:19), telaah ilmiah mengenai bahasa manusia.

Kata linguistik (berpadanan dengan linguistics dalam bahasa Inggris, linguistique dalam bahasa Perancis, dan linguistiek dalam bahasa Belanda) diturunkan dari bahasa Latin lingua yang berarti ‘bahasa’. Dalam bahasa Roman yaitu bahasa-bahasa yaitu bahasa-bahasa yang berasal dari bahasa Latin, terdapat kata yang serupa atau mirip dengan kata Latin ‘lingua’ tersebut. Antara lain, lingua dalam bahasa Italia, lengue dalam bahasa Spanyol, lange (dan langage) dalam bahasa Perancis. Bahasa Inggris yang mengambilnya dari langage menggunakan bentuk language. Namun tidak diketahui apakah bahasa Arab Lughotun berkaitan dengan uraian kata-kata di atas.

Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum (general linguistics). Artinya, ilmu linguistik itu tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja melainkan mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya.

Sebagai ilmu, linguistik juga memiliki sejarah yang panjang. Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham, pendekatan, dan teknik penyelidikan yang dari luar tampaknya ruwet, saling  berlawanan, dan membingungkan, terutama bagi para pemula.

Istilah tradisional dalam linguistik sering dipertentangkan dengan istilah struktural, sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan tata bahasa struktural.

Studi bahasa pada zaman Yunani mempunyai sejarah yang sangat panjang, yaitu dari kurang lebih abad ke-5 S.M sampai kurang lebih abad ke-2 M. Para filsuf Yunani mempertanyakan, apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau bersifat konvensi (nomos). Bersifat alami atau fisis maksudnya adalah bahwa bahasa tersebut memiliki hubungan asal usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti diluar manusia itu sendiri.

Dari studi bahasa pada zaman Yunani, kita mengenal nama beberapa kaum atau tokoh yang memiliki peranan besar dalam studi bahasa, seperti kaum Sophis, Plato, Aristoteles, kaum Stoik, kaum Alexandrian.

Studi bahasa dalam bahasa Romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani, sejalan dengan jatuhnya Yunani dan munculnya kerajaan Romawi. Boleh dikatakan bahwa orang Romawi mendapat pengalaman dalam bidang linguitik dari orang orang Yunani, dan terus berkembang hingga saat ini.

Sumber tulisan: Lunguistik Umum. Penulis: Drs. Abdul Chaer. Penerbit: Rineka Cipta. Buku cetakan kedua, Juni 2003.

 

Belajar Bahasa Betawi

Indonesia memiliki lebih dari 721 bahasa daerah. Diantara ratusan bahasa daerah tersebut, yang paling banyak sebarannya adalah di Papua dan Kalimantan, sedangkan yang paling sedikit adalah di pulau Jawa. Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia secara berturut-turut adalah: Bahasa Jawa (80 juta penutur), Melayu-Indonesia, Sunda, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, Banjar. (Sumber Wikipedia)

Membaca sumber di atas, berarti bahasa betawi termasuk bahasa yang tidak terlalu banyak digunakan di Indonesia. Lahir dan besar di Bekasi, bahasa betawi merupakan bahasa yang sudah akrab di telinga saya karena bahasa tersebut merupakan bahasa tutur Enyak (nenek) Baba (kakek) saya. Banyak yang bilang kota Bekasi adalah pinggirannya Jakarta. Makanya bahasa Betawi orang Bekasi asli disebutnya bahasa Betawi Bekasi. Beberapa kata dalam bahasa Betawi Bekasi merupakan serapan dari bahasa Jawa dan Sunda.

Dalam sehari-hari sebenernya saya ama keluarga kagak pake bahasa Betawi atau Bekasi. Make bahasanya bahasa Indonesia aja atau bahasa yang kagak baku. Bapak saya yang orang Bekasi asli ge kagak pernah ngomong Betawi ama anak-anaknya. Saya ge kagak banyak ngarti bahasa betawi. Cuma kalo saya ngomong bahasa Indonesia logat saya bisa Bekasi bangat beberapa tahun belakangan ini. Kayaknya mah kebawa ama temen kerja yang sama-sama orang asli Bekasi. Makanya nulis beginian biar saya bisa inget ama belajar banyak kata-kata bahasa Betawi. Belajar bareng nyok!

Kata-kata yang saya tulis dibawah ini adalah kata-kata yang sering saya denger dari Enyak (nenek) ama Encing (Bibi) saya kalo mereka lagi ngomong.

  1. Abang: Kakak Laki-laki
  2. Abong: Masa
  3. Ama: Dengan/Bersama
  4. Ambek/ngambek: Tersinggung/Marah
  5. Anggurin: Didiemin/dicuekin
  6. Angob: Menguap
  7. Antep/diatepin: Dibiarin
  8. Awak: Badan
  9. Awang: Males
  10. Awur/Diawur: Sebar/disebar
  11. Baba: Bapak
  12. Bae: saja/sehat/sembuh
  13. Bacot: Sering Berbicara hal yang tak seharusnya
  14. Banda: Harta
  15. Bagel: Timpuk
  16. Bagen: Biarkan saja
  17. Bale: Tempat duduk besar yang terbuat dari kayu (bisa buat duduk bisa buat tidur-tidurran)
  18. Bangke: Bangkai
  19. Bangkis: Bersin
  20. Bangor: Nakal
  21. Bangkotan: Udah tua
  22. Bebuyutan: Dari dulu
  23. Bedegeng: Keras kepala
  24. Bendo: Golok
  25. Begawe: Bekerja
  26. Bego: Tolol (halus)
  27. Bejad: Jelek akhlaknya
  28. Bejibun: Banyak sekali
  29. Bejubel: Penuh orang
  30. Bekoar: Bicara terus
  31. Belaga: Pura-pura
  32. Belagu: Sombong
  33. Belepotan: kotor
  34. Belonjoran: Duduk meluruskan kedua kaki
  35. Benahin: Merapikan
  36. Beol/Berak: Buang air besar
  37. Beset: Robek
  38. Bini: Istri
  39. Bogel: Kuntet
  40. Bopong/Dibopong: Angkat/Diangkat
  41. Boto: Cantik
  42. Budeg: Kurang pendengaran
  43. Bokor: Sejenis mangkuk besar untuk sayur
  44. Butut: Rusak/tak layak pakai
  45. Cekokin: Diminumkan
  46. Celamitan: Minta makanan orang yang sedang dimakan
  47. Celentang: Membaringkan badan
  48. Cengeng: Sering menangis
  49. Comot: Ambil
  50. Congor: Mulut
  51. Comberan: Tempat aliran air yang kotor
  52. Dablek: Keras kepala
  53. Danta: Jelas
  54. Demen: Suka
  55. Dedemenan: Pacar
  56. Demek: Belum terlalu kering
  57. Demplon: Montok
  58. Deprok/Ngedeprok: Duduk di bawah atau di lantai
  59. Jinke: Jinjit
  60. Dongkol: Kesal
  61. Eluh: Kamu
  62. Emak: Ibu
  63. Encang: Paman
  64. Encing: Bibi (Adik perempuan dari orangtua)
  65. Eneng: Panggilan sayang (baik) untuk anak perempuan
  66. Engkong: Kakek
  67. Entong: Panggilan sayang (baik) untuk anak laki-laki
  68. Gacoan: Sesuatu yang diandalkan
  69. Ganjen: Genit
  70. Gaplok: Tampar
  71. Gegerawakan: Teriak-teriak
  72. Gelendotan: Menyandar pada tubuh orang lain
  73. Genjot: Mengayuh
  74. Geprak/Digeprak: Pukul/Dipukul
  75. Geroan: Memanggil
  76. Getap: Rajin
  77. Gidah: Mempersilakan pergi
  78. Girang: Senang
  79. Godot/Digodot: Memotong/Dipotong dengan menggunakan gergaji
  80. Gompal: Tumpul
  81. Gonjet: Tidak rata
  82. Grobok: Lemari makan
  83. Gua: Saya
  84. Jamban: Tempat buang air besar jaman dulu
  85. Idep: Sudah Paham Banyak hal/Sehat pikira
  86. Ilok: Masa iya
  87. jaro: Pagar
  88. Jorogin: Dorong dari belakang
  89. Kagak/Ora: Tidak
  90. Kekeban: Menutup sesuatu dengan selimut atau kain
  91. Kekedik: Menggaruk
  92. Kepladug: Tersandung
  93. Klebes: Basah kuyup
  94. Koan: Iya kan
  95. Kolor: Celana pendek
  96. Koret: Pelit
  97. Kudu: Harus
  98. Lanang: Anak laki-laki
  99. Ledes: Lecet
  100. Lega: Luas
  101. Lepek: Basah kuyup
  102. Lelet: Lambat sekali
  103. Longgar: Kebesaran
  104. Mampet: Tersumbat
  105. Medit: Pelit
  106. Menor: Dandan berlebihan
  107. Manyum: Cemberut
  108. Mendusin: Bangun tidur sebentar lalu tidur lagi
  109. Mindo: Makan nasi untuk kedua kalinya
  110. Mpok: Kakak
  111. Murun: Barangkali
  112. Nandak: Joget
  113. Nanan: Tidak peduli
  114. Nepa: Menular
  115. Ngangon: Mengembala
  116. Nyayab: Selalu keluar rumah
  117. Nyarap: Sarapan
  118. Ngendon: Diam di satu tempat
  119. Ngibul: Bohong
  120. Ngintilin: Mengikuti
  121. Nulad: Meniru
  122. Numpak: Naik (kendaraan)
  123. Nyeker: Tidak memakai alas kaki
  124. Nyelonong: Lewat tanpa permisi
  125. Nyengir: Senyum
  126. Ogah: Tidak mau
  127. Olok: Cepat habis
  128. Oyok-oyokan: Kejar-kejarran
  129. Pangkeng: Tempat tidur yang terbuat dari besi
  130. Paranin: Menjemput
  131. Saban: Tiap
  132. Sonoh: Sana
  133. Sumur: Kamar mandi
  134. Taek: Naik
  135. Tiban/ketiban: Tindih/tertindih
  136. Topo: Kain lap
  137. Tubruk: Menabrak
  138. Tuman: Kebiasaan
  139. Udag/Diudag-udag: Kejar/Dikejar-kejar
  140. Nyuyup: Menyeruput
  141. Wadon: Wanita

Kira-kira cuma segitu dah kata-kata bahasa Betawi Bekasi yang saya ngarti kalo Enyak atau orang Betawi lagi ngomong. Kalo orang Betawi udah ngomong pan kayak orang marah-marah tuh lantaran nada suaranya tinggi. Padahal mah emang dari sononya begitu, bukan lagi marah-marah. Begitu dah, kuan.

Belajar Bahasa Spanyol dari Telenovela

Bahasa Spanyol merupakan bahasa keempat yang paling banyak digunakan di dunia. Bahasa Spanyol digunakan sebagai bahasa pertama bagi sekitar 500 juta orang. Jumlah tersebut bisa jadi lebih banyak bila ditambah dengan orang-orang yang tidak berbahasa Spanyol namun menggunakan Bahasa Spanyol sebagai bahasa kedua mereka. Mayoritas penduduk yang berbahasa Spanyol berada di Amerika Latin. Oleh karen itu orang yang berbahasa Spanyol sering disebut orang Latin atau Latino.

Bahasa Spanyol terdiri dari beberapa bahasa. Seperti yang saya tahu diantaranya adalah Bahasa Spanyol Meksiko, Kantalan, dan Basque. Yang membedakan bahasa tersebut adalah ada beberapa kata dari bahasa-bahasa tersebut yang berbeda.

Dari ketiga bahasa tersebut, yang tak asing di telinga saya adalah bahasa Spanyol Meksiko. Dan bagi saya, ada satu hal yang sangat erat berhubungan dengan Bahasa Spanyol Meksiko, yaitu telenovela. Menurut Wikipedia, telenovela adalah judul untuk semua serial drama Amerika Latin yang memunculkan berbagai jenis novel televisi. Kalau di Indonesia, telenovela bisa disamakan dengan sinetron atau sinema elektronik.

Pada tahun 1990an, telenovela sempat merajai televisi nasional Indonesia. Banyak judul telenovela yang sudah mengudara di beberapa stasiun TV Indonesia. Hampir semua judul telenovela saat itu diganti dengan nama si pemeran utama wanita telenovela tersebut. Bahasanya pun dialihsuarakan dengan Bahasa Indonesia supaya mudah dimengerti. Selain jalan cerita yang menarik, tak ada yang bisa saya pelajari dari telenovela pada saat itu. Hanya untuk hiburan semata.

Beda dulu beda sekarang. Ketika semakin mudah mengakses Internet, maka akan semakin mudah mendapatkan banyak hal yang bersifat global. Apapun yang terjadi di belahan dunia ini bisa menjadi informasi dan pengetahuan yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Berita, film, talk show, entertaintment, drama, serial TV, telenovela, lagu, hal-hal dan kejadian unik yang terjadi di seluruh dunia bisa sangat mudah didapat dengan akses Internet.

Sejak duduk di bangku sekolah menengah, bahasa selalu menjadi hal menarik untuk dipelajari. Akan tetapi saya mempelajarinya hanya sekadar saja. Namun pada saat kuliah, jurusan Bahasa (Bahasa Inggris) menjadi minat saya. Setelah itu, beberapa bahasa menjadi menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah Bahasa Spanyol.

Seperti yang sudah saya paparkan di atas, dengan Internet kita bisa mengakses apapun yang tersebar dari seluruh dunia. Untuk mempelajari Bahasa Spanyol saya tidak mengikuti kursus atau pendidikan resmi. Saya hanya menonton telenovela dan acara-acara yang disiarkan di salah satu saluran televisi di daerah Amerika Latin. Channel tersebut diunggah melalui YouTube.

Rutin selama beberapa waktu menonton telenovela dan acara televisi tersebut dengan subtitle Bahasa Spanyol termasuk salah satu cara efektif mempelajari Bahasa Spanyol. Dengan cara ini, kita bisa sekaligus mendengarkan cara mereka berucap dan melihat kehidupan sosial mereka sehari-hari.

Untuk mengerti apa yang mereka katakan, pada awalnya memang agak ribet karena harus sering-sering mencari arti per kata di Google Translate, dan pada akhirnya akan tetap ribet bila kita tak berhenti mempelajari bahasa ini ?

Dibawah ini adalah sedikit kata dan kalimat dalam Bahasa Spanyol yang bisa menjadi tambahan pembendaharaan kata bahasa asing yang akan saya bagikan di tulisan ini. Saya akan menulisnya dengan format: Bahasa Spanyol/Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia.

Hola/Hello/Halo

Como estas/How are you/Apa kabar

Bien/Fine/Baik-baik saja

Si/Yes/Iya

No/No/Tidak

Buenas días/Good morning/Selamat pagi

Buenas tardes/Good afternoon/Selamat siang atau sore

Buenas noches/Good night/Selamat malam

Feliz cumpleaños/happy birthday/selamat ulang tahun

Encantada (pr), Encantado (lk)/ Pleasure to meet you/ Senang bertemu denganmu

Gracias/Thank you/Terima kasih

 

Muchas Gracias/Thank you so much/Terima kasih banyak

De nada/You are welcome/Sama-sama

Hasta luego/See you atau goodbye/Sampai ketemu

Hasta mañana/See you tomorrow/Sampai bertemu besok

 

Perdoname/Forgive me/Maafkan saya

Lo siento mucho/I’m so sorry/Saya sangat menyesal

Acada mañana/Every morning/Setiap pagi

Que/What/Apa

Como/How/Bagaimana

Cuando/When/Kapan atau ketika

Cuanto/How much atau when /Seberapa banyak atau ketika

Quien/Who/Siapa

Me/Me/Saya

Yo/I/saya

Soy/I am/Saya adalah

Ella/She/Dia (perempuan)

Ello/He/Dia (Laki-laki)

Ellos/They/Mereka

Nosotros/We/Kami (Subjek)

Nos/Us/Kami (Objek)

Nuestra/Our/Kami (kepemilikan)

Que pasa/What’s up/Ada apa

Que paso/What happenned/Apa yang terjadi

Ahora/Now/Sekarang

Aqui/Here/Di sini atau ini

Mañana/Tomorrow atau morning/Besok atau pagi

Día/Day/Hari

Semana/Week/Minggu

Mes/Month/Bulan

Año/year/Tahun

Lunes/Monday/Senin

Martes/Tuesday/Selasa

Miercoles/Wednesday/Rabu

Jueves/Thursday/Kamis

Viernes/Friday/Jum’at

Sabado/Saturday/Sabtu

Domingo/Sunday/Minggu

Uno/One/Satu

Dos/Two/Dua

Tres/Three/Tiga

Cuatro/Four/Empat

Cinco/Five/Lima

Seis/Six/Enam

Siete/Seven/Tujuh

Ocho/Eight/Delapan

Nueve/Nine/Sembilan

Diez/Ten/Sepuluh

Once/Eleven/Sebelas

Doce/Twelve/Dua belas

Muy/Much atau many/Banyak

Poco atau Poquito/Little/Sedikit

Mas/more/Lagi (nambah)

Otra/Again/Lagi

Otra ves/Once again/Sekali lagi

Y/And/Dan

O/Or/Atau

En/In atau on/Di

Pero/But/Tapi

Porque/Why atau Because/Kenapa atau karena

Permiso/Excuse me/Permisi

Vamos atau Vamonos/Come on/Ayo

Por favor/Please/Tolong (meminta dengan sopan)

Señor/Mr/Tuan atau Pak

Señorita/Miss/Nona

Doña/Mrs/Nyonya

Para/For atau to/Untuk

Donde estoy/Where am I/Dimana saya

Donde estas/Where are you atau whera you going/Kamu dimana atau kamu mau kemana

Sonrisa/Smile/Tersenyum

Sonrime/Give me a smile/Senyuman

Bueno/Good/Bagus atau baik

Que bueno/So good/Baik sekali

Mal/Bad/Buruk

Imbecil/Idiot atau fool/Bodoh

Frio/Freeze/Dingin atau kedinginan

Hermosa atau Guapa/Beautiful/Cantik

Hermoso atau guapo/Handsome/Tampan

Madre/Mather/Ibu

Padre/Father/Ayah

Abuela/Grandmother/Nenek

Abuelo/Grandfather/Kakek

Hija/Daughter/Anak perempuan

Hijo/Son/Anak laki-laki

Hermana/Sister/Saudara perempuan

Hermano/Brother/Saudara laki-laki

Sobrina/Niece/Keponakan perempuan

Sobrino/Nephew/Keponakan laki-laki

Nieta/Granddaughter/Cucu perempuan

Nieto/Grandson/Cucu laki-laki

Niña/Girl/Anak perempuan

Niño/Boy/Anak laki-laki

Niños/Children atau Kids/Anak-anak

Mujer/Woman/Wanita

Hombre/Man/Laki-laki

Esposa/Wife/Istri

Marido/Husband/Suami

Novia/Girlfriend/Pacar (untuk perempuan)

Novio/Boyfriend/Pacar (untuk laki-laki)

Maestra/Teacher/Guru perempuan

Maestro/Teacher/Guru laki-laki

Sueño/Dream/Mimpi

Nuevo/New/Baru

Fuerte/Strong/Kuat

Mejor/best/Terbaik

Facil/Easy/Mudah

Dificil/Difficult/Susah atau sulit

Increible/Amazing/Luar biasa

Miserable/Miserable/Sengsara

Valiente/Brave/Berani

Celoso/Jealous/Cemburu

Feliz/Happy/Senang

Mal/Bad/Buruk

Loco/Crazy/Gila

Peligroso/Dangerous/Berbahaya

Rico/Delicious/Enak

Ojos/Eyes/Mata

Manos/Hands/Tangan

Boca/Mouth/Mulut

Balon/Ball/Bola

Cabeza/Head/Kepala

Cabello/Hair/Rambut

Dinero/Money/Uang

Plato/Plate/Piring

Muñeco/Doll/Boneka

Zapato/Shoe/Sepatu

Coche/Car/Mobil

Casa/House/Rumah

Cama/Room/Kamar

Cocina/Kitchen/Dapur

Hospital/Hospital/Rumah sakit

Ropita/Clothes/Pakaian

Tiempo/Time/Waktu

Esperanza/Hope/Harapan

Canta/Sing/Menyanyi

Canción/song/lagu

Cantante/Singer/Penyanyi

Algo/Something/Sesuatu

Pregunta/Question/Pertanyaan

Trabajar/To work/Bekerja

Trabajo/Job/Pekerjaan

Comer/Eat/Makan

Comida/Food/Makanan

Decir/Say/Mengatakan

Habla/Talk atau Speak/Berbicara

Descansar/Rest/Istirahat

Espera/Wait/Tunggu

Ven/Come/Datang atau kemari

Respira/Breathe/Bernafas

Llorar/Cry/Menangis

Cambiar/Change/Berubah atau merubah atau ganti

Fingir/Pretend/Berpura-pura

Salir/Get out/Keluar

Tranquila/Relax/Tenang

Miedo/Fear/Takut

Muero/Die/Mati

Muerte/Death/Kematian

Juntos/Together/Bersama-sama

Nadie/No one/Tak seorangpun

Nada/Nothing/Tidak ada

Nunca/Never/Tidak pernah

Todo/All/Semuanya

Por Siempre/Forever/ Selamanya

Te lo juro/I swear/Saya bersumpah

Te lo prometo/I promise you/Saya berjanji padamu

Te lo ruego/I beg you/Aku mohon padamu

Te necesito/I need you/Saya butuh kamu

Te creo/I believe you/Saya percaya padamu

Creeme/Believe me/Percayalah padaku

Tiene Razón/You’re right/Kamu benar

Cuidate/Take care/Hati-hati

Entiende me/Understand me/Pahamilah saya

No puedo/I can not/Saya tidak bisa

Lo acompaño/I go with you/Saya akan menemanimu

Me voy/I’m going/Saya akan pergi

Me voy a dormir/I’m going to sleep/Saya akan tidur

Me voy a casa/I’m going home/Saya akan pulang

Me voy a la cama/I’m going to bed/Saya akan ke kamar

Voy a regresar/I’m coming back/Saya akan kembali

Estas Hermosa/You look beautiful/Kamu cantik

Dime que algo/Tell me something atau tell me what to do/Katakan pada saya sesuatu atau katakan apa yang harus saya lakukan

Dime que quieres/Tell me what you want/Katakan pada saya apa mau kamu

Seguro?/Are you sure?/Apakah kamu yakin?

No se/I don’t know/Saya tidak tahu

No se preocupe/Don’t worry/Jangan khawatir

No te preocupes/Don’t you worry/Kamu tak usah khawatir

Eso no va a pasar/That’s not gonna happen/Itu tidak akan terjadi

Tengo mucho miedo/I’m very afraid/Saya takut sekali

Tengo mucho sueño/I’m so sleepy/Saya ngantuk sekali

Tengo mucho humbre/I’m so hungry/Saya lapar sekali

Mi vida/My life/Hidup saya

Mi corazon/My heart/Hati saya

Mi alma/My soul/Jiwa saya

Con todo/With everything/Dengan segalanya

Contigo/With you/Bersamamu

Conmigo/With me/Bersama saya

Ayuda me/Help me/Tolong saya

Me duele mucho/It hurts me so much/Sakit sekali

Te amo/I love you/Saya mencintaimu

Me enamore de ti/I’m in love with you/Saya jatuh cinta padamu

Te quiero mucho/I love you so much atau I like you so much/Saya sangat mencintaimu

Me gusta atau me encanta/I like it/Saya menyukai itu

Tu me quieres/You love me/Kamu mencintai saya

Solo tu/Only you/Hanya kamu

Te extraño mucho/I miss you so much/Saya sangat merindukanmu

Beso/Kiss atau kissing/ciuman

Besame/Kiss me/Cium saya

Abrazame/Hug me/Peluk saya

Muy Fuerte/So tight atau strong/Sangat kuat

Que haces aqui/What are you doing here/Apa yang kamu lakukan di sini

Suelta me/Let go off me/Lepaskan saya

Suelta la/Let go off her/Lepaskan dia (perempuan)

Suelta lo/Let go off him/Lepaskan dia (laki-laki)

Ya/Already/Sudah

Listo/Ready/Siap

Mira/Look/Lihat

Llega/Arrive/Tiba

Asi como/Like what/Seperti apa

No digas nada/Don’t say anything/Jangan bicara apapun

No digas tonterias/Don’t say foolishness/Jangan mengatakan hal omong kosong

Callate/Shut up/Diam

Basta/Enough/Cukup

Te lo dije/I told you/Saya sudah mengatakannya padamu

Tú que crees/What do you think/Bagaimana menurutmu

Te creo/I believe you/Saya percaya padamu

Como crees/As you wish/Terserah spa mau mi

Vine verte/I come to see you/Saya datang untuk menemuimu

Untuk lidah orang Indonesia, membaca dan mengucapkan Bahasa Spanyol lebih mudah daripada membaca dan mengucapkan Bahasa Inggris. Cara pengucapan Bahasa Spanyol hampir sama dengan bahasa Indonesia, hanya ada beberapa kata dalam Bahasa Spanyol yang dibaca atau diucapkan sangat berbeda dengan tulisannya, seperti h, ll, ñ, y, ue, dan ui. Beberapa kata bahasa Spanyol sama seperti kata bahasa Inggris, hanya penambahan “ente” atau “a” di ujungnya. Contoh: simplemente, absolutamente, restaurante, noticia, persona.

Kata, kalimat, dan ekspresi di atas adalah hanya sedikit dari Bahasa Spanyol yang saya ketahui dan ingat. Untuk memahami struktur tata Bahasa Spanyol, tentunya saya harus belajar lagi. Dengan terus aktif mendengarkan dan menyimak Native Speaker (Orang yang berbahasa Spanyol), maka pembendaharaan kata akan terus bertambah.

Salam Bahasa

Syair Majnun dalam Laila Majnun

Ia adalah seorang asing, tentu saja, tapi Laila segera mengenali syair-syair Majnun. Musafir melantunkan:

Ketika taman Laila sedang berbunga,

Majnun berbaring di luar sana menderita.

Bagaimana mungkin Laila tersenyum dan tertawa,

Sementara Majnun tersiksa oleh cinta. (Hal. 63, bag. 14)

 

Tiba-tiba senyuman Majnun pupus dan wajahnya berubah muram. Airmata menggenangi pelupuk matanya, lalu ia pun mulai bersenandung:

Duka di hatiku tak kau hiraukan,

Tangis di mataku tak kau pedulikan.

Dari banyak janji yang kau ucapkan,

Tak satu pun yang kau tunaikan.

Kau bersumpah membuat dahaga ku terpuaskan.

Semua sumpahmu kini kau campakkan.

Mengapa sumurmu dulu kau tampakkan,

Jika isinya hanya kutukan. (Hal. 75, bag. 17)

 

Siapa pun engkau, dengarkan baik-baik: andai ketika kau sedang terbang mengepakkan sayapmu, kau bertemu dengan kekasihku, sampaikan ini padanya.”

Lalu Majnun mulai bersyair:

Keluarkan aku dari sumur kesepian ini,

Karena cahaya hidupku pudar dalam belantara ini,

‘Jangan takut, karena aku adalah milikmu!” kau berkata,

Bila itu benar, datanglah sekarang, atau mereka akan menemukanku tak bernyawa.

Sekali terperangkap, kambing yang sekarat mendengar terlambat,

Teriakan ‘Awas serigala!’ yang akan membuatnya selamat. (hal 103, bag. 24)

 

Anggur cinta yang tak terbalas sama pahitnya dengan kayu kina, namun betapa kuatnya hasrat Majnun hingga ia tidak dapat menolak untuk meminumnya. Dan sementara ia minum, syair-syairnya terus mengalir:

Kau penyebab sekaratku berkepanjangan,

Tetapi hasratku padamu membuat kau memaafkanku.

Kaulah sang matahari sementara aku bintang malam,

Cahayamu menyurutkan kerlipku yang kelam.

Nyala lilin iri padamu,

Bunga mawar merekah dalam namamu.

Terpisah darimu? Tak akan pernah!

Cinta dan kesetiaanku hanya untukmu. Aku bersumpah!

Walau tersiksa, aku akan tetap menjadi sasaran cambukmu,

Ketika mati, aku adalah darah yang mengalir di nadimu. (Hal 126, bag. 29)

 

Majnun bersyair:

Bilamana taman meriah oleh mawar-mawar merah,

Betapa cocoknya menyandingkannya dengan anggur merah delima.

Aku heran, untuk siapa mawar mengoyak pakaiannya?

Untuk cinta sang kekasih, kukoyak pakaianku sendiri!

Bukankah mangsa yang malang menjerit akan ketidakadilan?

Lalu mengapa meributkan halilintar?

Jika korbannya adalah aku!

Bagaikan tetes hujan di saat matahari terbit yang jatuh menetes pada kelopak melati,

Pada pipi sang kekasih, airmataku bercucuran.

Tulip yang memerah di seluruh daratan bagaikan batu delima.

Pencuri mana yang telah merampas intan milikku?

Pepohonan menebarkan wanginya dalam aroma bunga,

Hingga aroma Khotan tak bisa bernafas dalam kekaguman. (Hal. 203, bag. 46)

 

Hanya dalam kematian Laila dan Majnun diizinkan untuk bersanding. Sebuah nisan dibuat, dan di atasnya ditatah kata-kata berikut:

Sepasang kekasih terbaring dalam kesunyian,

Disandingkan di dalam rahim gelap kematian.

Sejati dalam cinta, setia dalam penantian, Satu hati, satu jiwa di dalam surga keabadian. (hal. 230, bag. 53)

Sepenggal syair dari buku Laila Majnun yang ditulis oleh Nizami di halaman terakhir.

Buku diterbitkan oleh Penerbit OASE Mata Air Makna. Diterjemahkan dengan sangat indah oleh Dede Aditya Kaswar.

Baca review buku Laila Majnun

3 Manfaat Dasar Belajar Bahasa Asing

Barangsiapa mempelajari bahasa suatu kaum, maka ia akan selamat dari tipu daya mereka.”

Kutipan di atas adalah sebuah Hadits yang menunjukkan tentang pentingnya belajar bahasa.

Salah satu cara untuk bertahan hidup di zaman global dengan kemajuan teknologi dan perdagangan bebas adalah dengan menguasai bahasa asing. Tak perlu semua bahasa kita harus kuasai, namun setidaknya kita menguasai 1 atau 2 bahasa asing.

Mempelajari bahasa asing memang tak mudah. Apalagi jika banyak hal dan faktor yang tak mendukung untuk mempelajari hal ini. Akan tetapi, bila kita mengetahui manfaat-manfaat yang didapat dari belajar bahasa asing, faktor-faktor tersebut tak akan jadi halangan.

Berikut ini 3 manfaat belajar bahasa asing menurut saya:

  1. Mengenal orang baru.

Mengenal orang-orang baru adalah hal mendasar yang kamu dapatkan dari belajar bahasa asing. Dari permulaan ini, kamu tak hanya sekadar mengenal tapi kamu juga akan belajar tentang sosial, kebudayaan yang mereka miliki, pengalaman, dan cerita menarik.

2. Memiliki nilai plus.

Seseorang yang memiliki kelebihan dengan menguasai lebih dari satu bahasa, ia akan terlihat “lebih” di mata siapapun. Seseorang yang memiliki jabatan tinggi, kaya, ataupun good-looking akan nampak biasa saja bila tak memiliki kemampuan bahasa asing satupun. Namun sebaliknya, orang yang tak memiliki jabatan dan penampilan yang biasa saja, bila ia memiliki kemampuan salah satu bahasa asing maka ia akan nampak memiliki nilai lebih.

3. Membangun karakter agar tak terbawa arus alias “latah”.

Ini yang paling krusial dan berhubungan dengan kutipan di awal, “Barangsiapa mempelajari bahasa suatu kaum, maka ia akan selamat dari tipu daya mereka”. Jika kamu akhirnya mempelajari suatu bahasa asing, jangan pelajari setengah-setengah. Pelajari sepenuhnya. Maksudnya ialah, ketika kita belajar bahasa, maka pelajari semua bagian-bagian yang ada di dalamnya. Itu menjadi hal yang penting karena satu bagian ke bagian lain saling berhubungan. Misalnya, ketika kita mendengarkan seseorang mengatakan sesuatu menggunakan  bahasa asing dengan konten yang tak baik, maka kita akan paham atas apa yang sedang ia bicarakan dan tak akan tertipu atau mengikutinya. Contoh nyata: Pada saat lagu Despacito sedang hits, dari anak-anak sampai orang dewasa menyukai lagu tersebut dengan alasan irama musik yang terdengar asik di telinga. Padahal, jika dilihat dari lirik dan video klipnya, baik video klip maupun lirik lagu tersebut bernafaskan seksualitas. 1 contoh nyata lagi, siswa privat remaja saya tak berani menyanyikan lagu Shape of You milik Ed Sheeran (view-nya sudah mencapai 3 milyar lebih) di depan saya. Kenapa? Karena mereka paham isi lagu tersebut dan mereka berpikir bahwa saya akan marah bila mendengar mereka menyanyikan lagu tersebut. Padahal saya tak pernah melarang mereka menyanyikan lagu apapun yang mereka suka. Jadi, sebelum kita melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kata-kata yang tidak kita pahami, kita bisa mempelajarinya terlebih dahulu.

Belajar bahasa asing tak perlu memilih-milih bahasa apa yang harus kita pelajari. Apalagi mengkultuskan bahasa ini baik dan bahasa itu tidak baik. Bahasa apapun boleh kita pelajari karena semua bahasa dan ilmunya datang dari sang Maha Pencipta. Ambil hal baik dan positif dari segala aspek. Aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sebelum mempelajari bahasa asing, alangkah baiknya bila kita mempelajari, menjaga, dan menggunakan bahasa kita sendiri terlebih dahulu tentunya. 🙂

Salam Bahasa

(Partner) Teman Kecil Multilingual

Berwisata edukatif lagi. Hari pertama ramadan tahun ini Ali (Masih) Teman Kecil Multilingual sudah berada di Indonesia. Namun saya baru bisa bertemu Ali seminggu setelah lebaran. Lama liburan Ali dari sekolahnya selama 100 hari. Di Indonesia, ia masih tinggal di lingkungan apartemen yang sama seperti 2 tahun lalu.

Pagi itu saya menunggu di lobby apartemen. Saya terkejut, kaget, juga senang ketika yang menjemput saya hanya Ali sendiri, tidak dengan ayah atau keluarganya. Dengan akses kartu privasi yang dimiliki masing-masing penghuni apartemen, Ali yang masih berusia 7 tahun sangat berani turun sendirian dari lantai 35 ke lantai dasar (lobby). Begitu pun ketika saya pulang hari itu, ia sendiri yang mengantar saya turun ke lobby. Continue reading “(Partner) Teman Kecil Multilingual”

Puisi Anak-anak

Diary klub membaca anak; anak-anak belajar menulis puisi. Sabtu, 27 Agustus 2016. Pertemuan-pertemuan sebelumnya anak-anak selalu membaca buku bacaan mereka masing-masing. Selingan supaya tidak membuat anak-anak bosan, saya memberikan 4 bacaan puisi. Puisi pertama puisi lucu yang berjudul Kentut. Isi puisi ini berima. Awalnya anak-anak tak mengerti apa itu rima sampai saya jelaskan dengan melihat setiap akhir kalimat pada masing-masing baris puisi itu. Puisi yang kedua puisi tentang binatang yang berjudul Kelinci. Puisi yang ketiga puisi berbahasa Inggris. Yang keempat puisi tanpa rima yang berjudul Pesan Ibu. Keempat puisi tersebut mereka baca secara estafet. Setelah meyakinkan bahwa mereka paham dengan apa yang mereka baca, saya meminta mereka untuk menulis sebuah puisi. Mereka bebas memilih gaya tulisan puisi dari 4 contoh puisi yang mereka baca. Anak-anak begitu semangat menulis puisi karya mereka sendiri, sesuai dengan apa yang ada di pikiran mereka.

Di bawah ini adalah beberapa karya mereka, dengan logika bahasa mereka, keceriaan mereka, kesukaan mereka, dan curahan hati mereka.

I Love My Best Friend

(karya: Rafha)

My best friend is very fun

He always plays with me

We have fun together

You are happy and I am happy

You are sad and I am sad

You are my inspiration

Rafha

(karya: Damar)

Oh Rafha, kamu belajar kadang-kadang

Karena kamu kampungnya di Padang

Orangtuamu berdagang

Kamu dan Akbar selalu bermain engrang

Kamu disukai oleh semua orang

Kamu selalu dipuji Pak Endang

Ayah

(karya: seorang anak yang cerdas, cakap, dan mandiri)

Ayahku….. engkau selalu bekerja untuk keluarga

Tak pernah menyerah walu hutang dimana-mana

bekerja siang dan malam

Ayahku…. engkau selalu membantuku setiap saat

Terutama saat aku dalam kesulitan

Kau selalu ada di hadapanku

Walau setiap hari kau selalu bekerja

Kucingku

(karya:Naila)

Oh kucingku,

Kau lucu sekali

Kau berwarna putih

Kau memiliki taring

Kau suka makan tikus

Suaramu meraung-raung

Putri Kecil

(karya: Firda)

Putri kecil, bagaimana kamu bisa masuk ke dalam kerajaan

Rambutmu sangat indah

Bajumu sangat lucu dan indah

Wajahmu sangat cantik

Kau disukai pangeran-pangeran tampan

Aku salut padamu

Ibu

(karya Zahra)

Ibu, kau pertama bagiku

Orang yang selalu menghiburku

Selalu menemaniku di saat aku tidur

Ibu, kau sangat berjasa bagiku

Kau mengajari yang benar

Menasihatiku ketika aku salah

Kau sangat menyayangiku

Aku akan selalu menemanimu, Ibu

Kutil

(karya: Panji)

Oh kutilku…..

Kenapa kau selalu kecil

Kau selalu menempel di kupingku

Aku ingin sekali memotongnya

Oh kutil,

Kau selalu mebuatku malu

Karena membuatku selalu ditertawakan

Menulis Puisi

Diary klub membaca anak; cara anak-anak belajar menulis puisi. Sabtu, 14 November 2015. Setelah pertemuan minggu lalu membaca puisi, pertemuan minggu ini tugas mereka menulis puisi. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya tidak akan memberi aturan apa pun (selama itu hal positif) bagi mereka untuk mengerjakan tugas yang saya beri. Mereka boleh menulis tentang apa pun yang ingin mereka tulis. Dalam hal tema pun saya membebaskan mereka untuk memilih tema apapun yang mereka ingin tulis. Saya hanya akan mengoreksi ejaan dan cara penulisan yang salah. Hanya ada 1 atau 2 anak yang merasa tidak percaya diri untuk menulis puisi. Ketika membaca hasil tulisan mereka, sebagian puisi yang mereka tulis tentang ibu dan sahabat. Entah karena minggu lalu mereka membaca tentang ibu dan sahabat, atau entah karena tema itu mereka anggap paling mudah. Itu membuat saya terharu, menghargai setiap kata yang mereka tulis, tersenyum, dan menyenangkan membaca tulisan dan buah pikir yang berbeda dari judul yang sama. Ini lah karya mereka.

Buku (karya Dini)

Buku…
Kau memberiku Pengetahuan
Kau memberiku pekerjaan di waktu luang
Kau memberiku cerita ketika aku bosan

Buku…
Aku senang membaca ceritamu
Aku selalu ingin memahami dirimu
Kau selalu menjadi inspirasiku

Buku…
Aku berterima kasih padamu
Sudah selalu menghiburku
Ketika kesepian menyelimutiku

Kupu-kupu (Karya Novi)

Kupu-kupu….
Kau mempunyai sayap yang indah
Kau mempunyai antena
Kau memiliki rupa-rupa warna
Kupu-kupu…
Banyak orang yang menyukaimu
Karena kau lucu sekali
Kupu-kupu kau sangat indah

Buku (karya Danendra)

Buku, kau adalah lembaran yang berisi ilmu
Kau adalah jembatan ilmu
Kau yang membuatku pandai
Kau memang sesuatu yang bagus untukku
Aku sudah memilikimu
Dalam berbagai macam dan bentuk
Kau cerdaskan aku

Engkaulah Bidadariku (Karya Iqbal)

Oh Ibu….
Kau yang pertama kulihat
Kau lah yang mendidikku
Sampai kini aku besar
Oh Ibu…
9 bulan aku di kandunganmu
Keringatmu….
Air matamu…
Engkaulah bidadari surgaku

Tuhanku (karya Raihan)

Oh Tuhan,
Hanya kepada-Mu lah kami bergantung
Hanya kepada-Mu lah kami memohon
Dan hanya kepada-Mu lah kami berdoa
Serta meminta pertolongan
Oh Tuhan,
lima kali aku beribadah
Tiap pagi, siang, sore, malam
Hingga tengah malam ku beribadah
Terimalah ibadahku, Tuhan

Sahabat (karya Kenanga)

Dari awal aku duduk di bangku sekolah
Awal dari persahabatan
Kita bermain bersama
Susah senang kita bersama
Sahabat…
Kini kau telah jauh
Tapi persahabatan kita
Tidak akan kulupakan

Ibuku (karya Naufal)

Kau lah yang mengandungku
Selama 9 bulan dengan sabar
Kau lah yang membesarkanku
Kau lah yang mendidikku hingga aku besar
Ibu, kau lah yang mengajarkanku
Kau lah yang menyekolahkanku
Hingga aku pintar
Terima kasih Ibu atas didikanmu

Sepedaku (karya Raka)

Wahai sepedaku…
Kau lah yang mengantarku kemana saja
Kau yang menemaniku di saat senang dan sulit
Kau yang telah membuatku berguna dan bermanfaat

Ibuku (Karya Nando)

Kau selalu mendidikku
Kau membesarkanku
Belaian kasih sayang mu sepanjang masa sepanjang waktu
Terima kasih Ibu
Doa selalu kupanjatkan untukmu

Sahabatku (karya Rafha)

Dari mulai berkenalan hingga berteman
Kaulah yang menemaniku
Selamanya walaupun kau pergi
Aku tetap mengingatmu
Hingga kembali aku tetap mengingatmu
Walaupun kau melupakannku
Tapi, kurasa itu tidak mungkin
Aku dan kamu bermain setiap hari
Dari hari ini, kemarin, hari esok

Pahlawanku (karya Irsyad)

Kau adalah pembela negara
Yang sudah memerdekaan negara Indonesia ini
Dengan jiwa dan raga yang semangat
Pantang menyerah
Demi negara dan rakyat dia rela mati
Kau berani berdiri di barisan depan melawan para penjajah
Walaupun kau takut, kau tetap berada di barisan depan
Kau gagah berani melawan penjajah dengan senjata terkuat
“Kita harus menghormati jasa para pahlawan”

Guruku (Karya Ziddan)

Engkaulah yang membimbingku
Dari aku tak bisa membaca hingga bisa
Lelah tak kau rasa, guruku
Kau lah penyemangatku sampai aku seperti ini
Aku dan teman-teman berterima kasih padamu
Hanya doa yang bisa kupanjatkan untukmu
“Belajar lebih indah daripada bermain”

Sahabatku (karya Nabila)

Oh sahabatku…
Kau orang yang selalu menemaniku
Kau yang selalu mengerti aku
Kau yang selalu membantuku ketika susah
Oh sahabatku…
Kau orang yang menemaniku di sekolah
Kau adalah teman curahan hatiku
Kau adalah sahabat sejatiku
Yang tak akan aku lupakan

Ibu (Karya Hani)

Oh Ibu….
Engkau telah mengandungku 9 bulan
Engkau telah melahirkannku
dan engkau juga yang telah merawatku
sampai aku besar
Oh Ibu…Terima kasih atas pengorbananmu selama ini
Terima kasih atas kasih sayangmu kepadaku
Belaian kasihmu akan kuingat sepanjang hidupku

Sahabat (karya Bunga)

Sahabatku…
Kau yang selalu menemaniku
Di saat ku bersedih
Di saat ku bahagia
Dulu kita tak kenal
Sekarang kita menjadi sahabat sejati
Jika waktu memisahkan kita
Kau akan kuingat selalu

Ibu (Karya Bintang)

Kau adalah orangtuaku
Kau telah mengandungku 9 bulan
Kau rela pertaruhkan nyawamu
Kau bersusah payah melahirkanku
Kau orang pertama yang terbaik
Ibuku, kau telah mendidikku sampai sekarang
Terima kasih Ibu

Guruku (karya Zahra)

Guruku…
Kau lah yang membimbingku
Dan kau lah yang menasehatiku
Di saat aku sedang bertengkar dengan temanku
Kau yang mengajariku
Di saat aku sedang susah dan kesulitan dalam mengerjakan soal
Terima kasih guru atas bimbinganmu.

Ibu (karya Dhila)

Ibu, engkau wanita terhebat dalam hidupku
Tanpamu aku tiada
Tanpamu aku tak bisa apa-apa
Ibu, kasih sayangmu tak terbalas sepanjang masa
Belaian kasih sayangmu menghangatkan hatiku
Terima kasih Ibu

Sahabat (karya Virzani)

Oh sahabat…
Kau adalah teman sekolahku
Kau yang selalu menemaniku
Di saat senang maupun sedih
Oh sahabat …
Bagiku kau adalah segalanya
Kau adalah penyemangatku di sekolah
Aku berharap kita tidak akan berpisah

Ibu (karya Ana)

Ibu, engkau yang telah melahirkanku
Engkau yang telah mendidikku
Di waktu kecil hingga ku besar
Ibu, terimakasih telah mengasuhku
Memberi belai kasih sayang mu

Sahabat (karya Tiara)

Sahabatku…
Kau yang selalu ada
Di saat aku sedih
Kau membahagiakanku
Di saat aku kesepian
Kau datang dengan ceria
Di saat aku lapar dan memberiku makanan
Terimakasih atas segalanya, sahabatku

(Masih) Teman Kecil Multilingual

Awal Agustus, siswa privat saya, Ali, yang berasal dari Kuwait sedang berada di Indonesia. Baca di Teman kecil Multilingual untuk cerita tentang Ali sebelumnya.  Hampir 2 tahun kami tak bertemu, karena di tahun 2014 ia dan orangtuanya tak datang ke Indonesia. Usianya sekarang sudah 5 tahun 8 bulan.

Ketika untuk pertama kalinya bertemu lagi, saya melihat anak itu tumbuh lebih tinggi. Selama di Indonesia, ia dan keluargaya masih menyewa di apartemen yang sama hanya lantainya yang berbeda. Setelah beberapa hari berada di Indonesia, ayahnya (melalui ibunya) meminta saya untuk mengajar Ali seperti sebelumnya.

Metode kegiatan belajar mengajarnya masih sama seperti 2 tahun lalu, yaitu ke tempat-tempat wisata. Namun kali ini kami tidak hanya ke tempat wisata, tapi Ali belajar menulis dan membaca Bahasa Inggris di apartemen yang ia tinggali untuk persiapan masuk Sekolah Dasar di negara ia tinggal.

Setelah pulang ke Kuwait 2 tahun lalu, ia sudah disekolahkan di TK yang kegiatan belajarnya menggunakan bahasa Inggris dan Arab di Kuwait. Tahun ini, meskipun usianya baru 5 tahun, ia sudah diterima masuk SD di sekolah yang sama pada saat ia belajar di TK.

Berbeda dengan sistem liburan di Indonesia, libur panjang di Kuwait selama kurang lebih 3 bulan, yaitu dari bulan Ramadhan sampai beberapa hari sebelum idul qurban. Ia bersekolah dari Sabtu sampai Kamis.

Tidak seperti pertemuan pertama kami 2 tahun lalu yang mana Ali nampak takut dan malu ketika melihat saya, kali ini ia tidak takut dan malu lagi. Ia menggandeng tangan saya ketika saya mengulurkan tangan. Ia langsung berceloteh tanpa saya tanya. Namun hanya beberapa kata yang saya pahami tentang apa yang ia katakan karena ia berujar dalam Bahasa Arab sepanjang jalan perjalanan pertama kami. Ia seperti sedang bercerita semua yang ia lihat dan membedakan semua itu dengan keadaan di Kuwait. Saya hanya mendengarkan dengan seksama apa yang ia katakan, walaupun terkadang ia masih malu-malu bercerita bertatap muka dengan saya. Tapi celotehnya membuat saya senang karena ia tidak menganggap saya orang asing.

Oleh karena keterbatasan waktu saya, juga Ali dan keluarga hanya satu bulan berada di Indonesia, kami hanya berpergian di daerah Jakarta.

 

2 tahun lalu, saya agak sulit mengajak Ali berinteraksi dalam bahasa Inggris. Namun kali ini ia sudah bisa berbicara dan merespon saya dalam bahasa Inggris. Itu karena ia belajar di sekolah yang berbasis bahasa inggris. Ini membuat pekerjaan saya jadi lebih mudah. Pekerjaan? Tidak tidak, saya tidak pernah menganggap kebersamaan saya dengan bocah Kuwait ini sebagai pekerjaan. Saya selalu merasa fun bersamanya.

Saya mengajaknya berbicara (tentunya dalam bahasa Inggris, meskipun ia lebih banyak bicara dengan bahasa Arab dan bahasa Indonesia yang sangat kaku), ia menceritakan apa yang ia lihat dan ketahui, saya menceritakan apa yang saya rasakan ketika ‘menjelajah’ suatu tempat bersamanya. Kami saling berbagi. Seperti berteman akrab 🙂

Dua minggu sebelum Ali dan keluarganya pulang, kami tak lagi berpergian ke tempat wisata. Ali harus belajar menulis dan membaca untuk persiapan ke Sekolah Dasar. Jadi, kami belajar di apartemen.

Ada yang menarik ketika saya mengajari Ali membaca dan menulis dalam bahasa Inggris. Biasanya, ketika saya mengajar siswa Indonesia, saya menerjemahkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, atau sebaliknya. Tapi kali ini yang saya ajari adalah siswa yang bahasa sehari-harinya bahasa Arab.  Dan, yang menariknya adalah saya dan Ali sama-sama belajar. Sementara Ali belajar membaca dan menulis, saya mengingat kembali kosakata basaha Arab yang saya pelajari di Sekolah Mengengah Pertama dan Atas. Saya menyebut kata atau kalimat dalam bahasa Inggris, sedangkan Ali menyebut kata dalam bahasa Inggris dan Arab. Gambar-gambar dalam buku bahasa Inggris yang kami gunakan seperti menjadi jembatan komunikasi kami.

Tidak terlalu sulit mengajarkan Ali berbicara, membaca, dan mendengarkan dalam bahasa Inggris, karena ia terbiasa berkomunikasi dalam beberapa bahasa. Yang sulit adalah, memintanya untuk menulis. Ia selalu mengalihkan pekerjaan itu dengan menceritakan pengalaman-pengalamannya di sekolah dan tempat yang ia tinggali atau sengaja menjatuhkan pensil ke lantai hingga pensil itu patah dan harus diserut sampai tajam kembali 😅😅😅

Tas yang saya beri dua tahun lalu masih Ali gunakan, bahkan ia menggunakannya pada saat di sekolah TK