Membuat Cerita Dari Kata Yang Tertulis

Diary klub membaca anak: cara membuat cerita.

Sabtu, 8 April 2017. Seperti pada pertemuan lalu, lagi, saya memberikan selembar kertas kosong pada anak-anak. Mereka selalu penasaran dengan apa yang akan harus mereka lakukan pada setiap kali kegiatan ini berlangsung.

Sebelum mereka bertanya lebih jauh, saya langsung mulai memberi instruksi. Pertama, mereka harus menulis nama apapun. Boleh nama binatang, buah, tokoh, dan sebagainya. Mereka boleh menulis sebanyak mungkin.

Waktu yang saya berikan kurang lebih hanya 2 menit. 2 menit sudah berjalan, kemudian saya meminta mereka menulis kata kerja. Masih seperti perintah pertama, mereka boleh menulis sebanyak mungkin kata kerja dengan waktu yang saya berikan.

Selanjutnya saya meminta mereka untuk menulis kata benda. Setelah itu saya meminta mereka untuk menulis nama-nama tempat umum. Terakhir, mereka harus membuat cerita dari semua kata yang sudah mereka tulis. Saya hanya membolehkan mereka untuk menambah kata sambung ‘di’, ‘dan’, ‘dengan’, dan ‘ke’. Namun pada pengerjaannya, anak-anak menambahkan kata sambung lebih dari itu. Tak apa. Beberapa anak membuat kalimat-kalimat yang lucu, beberapa yang lainnya membuat cerita yang menarik, dan beberapa sisanya bingung harus membuat cerita apa supaya satu sama lain berhubungan.

Manfaat Membaca Bagi Anak-anak

Diary klub membaca anak: manfaat membaca bagi anak-anak adalah tema klub baca kali ini.

Sabtu, 18 Maret 2017. Sebelum 2 minggu ke depan kegiatan Reading Club ditiadakan karena pelaksanaan UTS dan pembagian rapot, pada kegiatan hari ini saya ingin tahu apa yang sudah anak-anak dapatkan dan rasakan selama mengikuti kegiatan ini. Saya memberi anak-anak selembar kertas dan meminta mereka untuk menulis manfaat membaca bagi mereka.

Di bawah ini adalah apa yang anak-anak tulis, saya hanya mengeditnya beberapa kata.

Saya suka membaca, karena membaca membuat saya mendapat banyak manfaat. Sudah banyak buku yang saya baca. Mulai dari novel, komik, buku pelajaran, majalah, dan lain-lain. Dari membaca saya mendapatkan inspirasi, inovasi, dan banyak yang lain. Saya juga mengetahui kosakata baru. Dengan membaca saya juga menjadi pintar dari buku-buku pelajaran yang saya baca. Saya senang membaca, karena membaca membuat saya mendapatkan hal-hal baru. Dan dengan membaca membuat mata saya sehat dari kemalasan.” Abdan, 11 tahun.

“I think reading many books is good. Because of it makes us smart and diligent. Membaca termasuk pekerjaan yang menghilangkan stres. Membaca mempunyai ratusan manfaat. Salah satunya adalah menambah ilmu pengetahuan.”Rafa, 11 tahun.

“Saya suka membaca. Semenjak saya membaca saya menjadi tahu banyak pengetahuan. Banyak manfaat yang kudapat dari membaca, dapat banyak ilmu, dapat banyak kosakata, dan lain-lain. Pada saat itu aku sedang membaca buku cerita, lalu aku dapat kosakata yang bermanfaat setelah kejadian itu. Aku juga suka membaca karena dapat banyak ilmu pengetahuan tentang alam, hutan, hewa, dan sebagainya.” Firda 10 tahun.

“Saya menemukan kosakata baru. Mendapatkan pengetahuan baru, mengetahui sifat orang lain. Menurut saya membaca itu menghilangkan bosan, bisa menghibir, refreshing. Ketika saya sedang emosi kalau baca buku saya merasa rileks.” Tiara, 11 tahun.

“Membaca buku bisa membuat kita mendapatkan ilmu, kosakata, dan kisah-kisah juga cerita baru.” Naila, 10 tahun.

“Saya suka membaca buku. Karena kalau saya membaca buku saya bisa mendapat ilmu dan pelajaran yang saya baru tahu. Seperti saat aku membaca buku cars, aku bisa tahu cara balapan karena cita-citaku ingin menjadi pembalap.” Rafi, 10 tahun.

“Dari membaca saya tahu hal baik dan buruk, tahu banyak kisah. Saya juga menjadi pintar dan cerdas, dan dapat menyelesaikan masalah dengan mudah atau ringan.” Rizki, 10 tahun.

“1. Manfaat membaca saya jadi banyak hal, karena saya tiap Sabtu membaca buku,

2. Saya jadi tahu cara membaca yang benar.

3. Saya jadi senang membaca dongeng.” Adly, 10 tahun.

“Membaca buku solawat nabi membuat saya bersolawat sebanyak mungkin supaya Allah mengampuni dosa-dosaku selama hidup.” Richad, 11 tahun.

“Jika membaca diri kita akan mendapat ilmu yang bermanfaat dan mendapat ingatan yang baik, kebaikan, dan kecerdasan. Membawa pikiran kita menjadi baik dan menghilangkan rasa lupa. Jika kita membaca pikiran kita menjadi santai.” Fathur, 11 tahun.

Mendengarkan Sang Narator

Diary klub membaca anak: mendengar cerita dari narator.

Sabtu, 11 Maret 2017. Saya membagi anak-anak Reading Club menjadi 3 kelompok. Mereka memilih teman tim masing-masing setelah saya memilih 3 anak yang dijadikan sebagai ketua tim.

Tugas mereka adalah salah 1 anak bertugas sebagai narator dan anak yang lainnya menjadi pemeran yang ada dalam cerita yang saya berikan berjudul “Seorang Anak dan Pohon Pengetahuan”. Ketika sang narator membacakan cerita, anak-anak yang lain hanya menggerakkan tubuh, mulut, dan ekspresi wajah saja. Mereka tak perlu menghafal dialog tapi hanya harus mendengarkan alur cerita yang dibacakan oleh sang narator. Saya memberi waktu pada anak-anak selama 30 menit untuk memahami isi cerita dan berlatih.

Cara ini saya lakukan untuk melatih konsentrasi membaca dan mendengar mereka. Anak-anak yang mendengar dan memahami alur cerita dengan baik, mereka mampu melakukan gerak tubuh dan ekspresi wajah dengan sangat baik. Setelah ketiga kelompok sudah melakukan performa mereka, saya mengumumkan kelompok, pembaca narasi, aktris, dan aktor terbaik 🙂

Bertukar Bacaan

Diary klub membaca anak: Bertukar buku bacaan.

Sabtu, 4 Maret 2017. Kali ini saya meminta anak-anak Reading Club untuk membawa buku bacaan mereka masing-masing. Sebelum membaca, seperti biasa salah satu dari mereka (yang saya tunjuk pada Sabtu sebelumnya) berdongeng di depan teman-temannya pada Sabtu ini. Saya dan anak-anak menunggu mendengar cerita. Sang anak bingung ingin bercerita apa. Ketika saya tanya, ternyata si anak belum membaca buku selama seminggu sebelumnya. Jadi, saya memintanya untuk berdongeng lagi Sabtu depan.

Hampir setiap anak sudah mulai terbiasa dengan membaca setidaknya 1 buku dalam 1 minggu, hanya 1 – 3 anak saja yang masih belum membiasakan membaca.

Masing-masing buku sudah ada di hadapan mereka. 3 anak membawa komik dan selebihnya buku, cerita anak, novel, dan majalah. Sebelum membaca, saya meminta masing-masing anak menukar buku sesuai dengan instruksi saya secara oposit. Maksudnya adalah saya memberi buku bacaan yang bukan tipikal bacaan yang mereka baca. Tujuannya adalah mereka tidak hanya membaca satu jenis buku, tapi mereka belajar membaca jenis buku yang lain.

Membaca sudah dimulai, namun salah satu anak mengatakan bahwa ia bingung ketika ia harus membaca buku komik, karena tak pernah membaca buku komik sebelumnya. Anak yang lain pun bingung ketika ia harus membaca jenis novel anak yang tak pernah ia baca. Saya katakan padanya, “baca saja”. Kemudian dalam beberapa menit ia mulai paham bagaimana cara membaca komik juga novel meski belum mengerti jalan ceritanya. Seperti biasa, setelah membaca, masing-masing anak menceritakan apa yang mereka baca.

Proses membaca pada pertemuan ini bukan berapa banyak lembar halaman yang anak-anak baca, tapi pengalaman membaca dari jenis bacaan yang tak biasa mereka baca. Dan mereka menikmati itu.

Membaca Sejarah

Diary klub membaca anak; Membaca sejarah.

Sabtu, 18 dan 25 Februari 2017. Mulai Sabtu ini, sebelum kegiatan membaca dimulai, saya memilih satu anak untuk bercerita pada anak-anak yang  lain tentang buku yang sudah ia baca dalam satu minggu. Itu akan terus berlanjut secara bergiliran sebelum kegiatan membaca dimulai.

Isi bacaan anak-anak Reading Club pada 2 pertemuan ini adalah tentang sejarah. Sabtu sebelumnya saya memberi mereka salah satu artikel tentang sejarah perkembangan abjad dan tulisan. Pada Sabtu ini saya memberi artikel tentang sejarah perkembangan alat tulis. Membaca sejarah memberi tahu anak-anak tentang asal mula semua itu hingga mereka bisa dapatkan dan lakukan saat ini.  Bacaan tersebut membawa mereka pada peradaban dan kebudayaan ribuan tahun silam.

“Membaca sejarah adalah cara menemukan harapan. Harapanlah yang membuat kita rela dan berani melakukan kebajikan-kebajikan hari ini, walaupun buah kebajikan itu akan dipetik oleh mereka yang baru akan lahir esok hari.”    – Muhammad Anis Matta, Gelombang Ketiga Indonesia –

Membaca Biografi Walt Disney

Diary klub membaca anak; membaca biografi Walt Disney.

Sabtu, 4 Februari 2017. Membaca cerita, dongeng, kisah inspiratif, puisi, pantun, ilmu pengetahuan, dan drama sudah anak-anak Reading Club lakukan. Saya memikirkan bacaan apa lagi yang bisa mereka baca. Kemudian muncul ide untuk membaca biografi tokoh dunia. Saya memilih Walt Disney sebagai tokoh yang biografinya akan menarik bagi anak-anak baca.

Sebelum memberikan kertas yang berisi artikel biografi Walt Disney, saya bertanya pada anak-anak apakah mereka mengenal Walt Disney. Mereka mengenalnya dan menjawab beberapa film yang  sudah mereka tonton yang diproduksi oleh Disney. Bahkan ada salah satu anak ingat, dari film Like Stars On Earth  bahwa Walt Disney adalah salah satu tokoh besar yang mengidap penyakit Disleksia. Dengan begitu, saya pikir saya tidak salah memilih Walt Disney sebagai bacaan biografi perdana yang saya berikan pada mereka 🙂

Anak-anak tidak hanya membaca artikel itu, namun ada tugas lain yang harus mereka lakukan setelah membacanya. Isi artikel yang saya berikan sebanyak 5 lembar, jadi mereka tidak membaca sendiri-sendiri. Saya meminta mereka untuk membaca artikel itu masing-masing berdua dan belajar mengerjakan tugas dengan cara kerja tim.

Setelah membaca, mereka harus membuat 3 pertanyaan juga jawaban yang akan mereka ajukan pada teman-teman yang berbeda kelompok berdasarkan artikel yang sudah mereka baca. Dengan cara ini mereka belajar membuat pertanyaan sekaligus jawaban dari suatu wacana yang ada. Pertanyaan yang bisa mereka gunakan diawali dengan kata apakah, bagaimana, mengapa, siapa, di mana, berapa/kah dan kata lain yang bisa mereka gunakan untuk membuat pertanyaan.

Sebagian anak paham dan dengan sangat mudah membuat pertanyaan-pertanyaan simpel, namun ada beberapa anak yang sangat sulit membuat pertanyaan. Dari cara mereka membuat dan menjawab pertanyaan dari masing-masing anak, saya bisa tahu apakah mereka membaca dengan benar, paham, dan ingat apa yang mereka baca atau tidak.

Mengingat Dengan Kalimat

Diary klub membaca anak; bagaimana melatih ingatan dengan permainan kata.

Sabtu, 21 januari 2017. Kegiatan Reading Club hari ini saya isi dengan melakukan sebuah permainan. Tapi saya tak tahu harus menamai permainan ini apa. Yang jelas permainan ini akan melatih daya ingat anak-anak melalui kata-kata. Namun sebelum melakukan permainan ini saya menanyakan pada anak-anak tentang bacaan yang mereka baca selama seminggu sebelum ini.

Hampir semua anak membaca. Tugas membaca 1 bacaan dalam 1 minggu akan menjadi pekerjaan yang harus mereka lakukan, dan saya akan menanyakan apa yang mereka baca di awal kegiatan Reading Club.

Kembali ke permainan. Alat yang dibutuhkan hanya pensil atau pulpen dan sepotong kertas. Cara mainnya adalah:

  1. Anak-anak membentuk lingkaran besar.
  2. Saya membagikan sepotong kertas kosong pada masing-masing anak.
  3. Putaran pertama anak-anak hanya harus menulis 2 kata; subjek dan kata sifat, di kertas mereka dengan huruf besar. Saya memberi mereka waktu sekitar 15 detik untuk menulis itu.
  4. Setelah anak-anak menulis, saya meminta mereka untuk meletakkan tulisan itu di atas kepala mereka supaya teman-teman mereka bisa melihat apa yang masing-masing anak tulis. Saya memberi waktu 15 detik untuk mereka mengingat tulisan masing-masing teman mereka.
  5. Setelah itu, masing-masing anak memberikan kertas tersebut ke teman sebelah dan terus berputar seperti arah jarum jam sambil mengatakan “tik tok tik tok”, lalu berhenti ketika saya mengatakan “stop”.
  6. Saya meminta setiap anak membaca kertas yang mereka pegang dan mengatakan siapa yang menulis tulisan yang ada di dalamnya.
  7. Anak yang menjawab dan mengingat dengan benar mereka akan terus ikut bermain, dan anak yang salah menjawab, mereka harus keluar dari permainan ini.

Permainan berjalan seperti peraturan di atas, namun di tiap putaran saya meminta mereka untuk membuat kalimat dengan kata yang terus ditambah membentuk kalimat yang sangat lengkap. Waktunyapun saya tambahi karena mereka harus mengingat banyak kata.

Sampai waktu habis, tersisa 6 anak yang masih bertahan dengan konsentrasi dan usaha mereka untuk mengingat kalimat dan penulisnya. Sedangkan anak-anak yang sudah tidak ikut bermain selama permainan berlangsung saya minta mereka untuk membaca buku bacaan yang mereka bawa.

Membiasakan Membaca Buku

Diary klub membaca anak; bagaimana membiasakan buku pada anak.

Sabtu, 14 Januari 2017. Kegiatan Reading Club anak-anak semester 2 ini sudah dimulai lagi. Pada pertemuan sebelum-sebelumnya anak-anak hanya membaca dengan isi bacaan yang berbeda-beda. Tak ada kegiatan lain selain membaca.

Ketika mereka libur, saya tidak membebaskan mereka untuk berhenti membaca. Selama liburan, anak-anak harus membaca minimal 3 buku. Mereka boleh membaca novel, komik, majalah, koran, atau apapun yang berbentuk bacaan. Dan pada hari ini saya bertanya pada mereka melakukan apa yang saya pinta. Beberapa anak melakukan itu, beberapa yang lain lupa karena terlalu asyik dengan games di smartphone milik orangtua mereka. Tak apa.

Seperti biasa, setiap awal pertemuan kegiatan ini selalu diisi dengan membaca buku yang mereka bawa. Kemudian kami memilih buku salah satu anak yang akan kami baca secara estafet atau mereka baca satu per satu.

Mulai minggu ini, saya meminta anak-anak untuk membaca 1 buku (bacaan apapun) tiap minggunya. Di tiap Sabtu nya akan saya tanya bacaan apa yang sudah mereka baca. Anak-anak (dan mungkin setiap orang) hanya butuh pembiasaan dan perintah juga peringatan yang berulang untuk melakukan sesuatu, dalam hal baik ataupun hal buruk.

Kisah Yang Menarik

Diary klub membaca anak; membaca kisah menarik untuk anak.

Sabtu, 29 Oktober 2016. Membaca artikel masih menjadi kegiatan Reading Club selama bulan Oktober ini. Saya memberikan sebuah kisah teladan yang berjudul “Malas belajar = menumpuk derita”. Saya pikir kata-kata itu sangat menarik minat anak-anak untuk membacanya tanpa merasa bosan dan terpaksa.

Beberapa guru, termasuk saya, mengeluhkan anak-anak yang sangat malas membaca teks yang ada dalam buku pelajaran pada saat menjawab soal-soal. Padahal semua jawaban dari pertanyaan tersebut terdapat dalam teks bacaan yang ada.

Berisi suatu kisah menarik dalam teks yang saya berikan membuat anak-anak serius membaca. Banyak kata-kata yang memotivasi mereka untuk giat belajar dan mencari ilmu untuk bekal masa depan mereka. Anak-anak mulai terbiasa dengan bertanya kata asing yang baru mereka temukan di sela membaca.

Menceritakan ulang selalu menjadi hal yang tak pernah saya lewatkan setelah mereka selesai membaca. Dari situ saya bisa tahu apakah mereka benar-benar membaca dengan baik atau hanya membaca barisan rangkaian tulisan saja. Selain itu, menceritakan ulang apa yang mereka baca dapat memupuk dan membangun keberanian mereka untuk berbicara di depan teman-teman yang lain. Beberapa dari mereka masih malu dan takut melakukan itu. Meskipun saya berkali-kali mengatakan tak akan bilang mereka salah, jelek, atau hal negatif lainnya, tapi beberapa anak masih berpikir takut salah lalu teman-teman akan menertawakannya. Dan, ketika mereka tak ingin melakukan itu, saya tak akan memaksa.

Terakhir, saya meminta anak-anak untuk membuat kutipan yang mereka pikir bagus dan dapat digunakan dalam kegiatan belajar sehari-hari mer

Manfaat Membaca Untuk Anak-anak

Diary klub membaca anak; manfaat membaca bagi anak.

Sabtu, 22 Oktober 2016. Untuk membuat anak-anak suka dan konsisten membaca buku sangat sulit. Itu sebabnya kenapa saya tidak selalu meminta mereka membawa atau membeli buku bacaan.

Kegitan ini saya buat se-variatif mungkin supaya anak-anak tidak bosan, selama kegiatan ini berhubungan dengan membaca, menulis, kata-kata, dan segala yang berhubungan dengan literasi. Namun saya baru sadar bahwa dari awal kegiatan Reading Club ini saya tidak pernah memberi mereka bacaan atau artikel tentang manfaat membaca. Saya hanya memberitahu melalui lisan, berkali-kali ketika mereka mulai malas dan bosan membaca.

Jadi, pada pertemuan kali ini saya memberikan mereka 2 lembar kertas yang berisi tentang manfaat membaca secara umum.

Pada pertemuan sebelumnya, saya pernah meminta mereka menulis kata-kata yang mereka tidak tahu dari bacaan yang mereka baca. Dan setelah itu, tiap kali saya memberi bacaan, mereka sudah mulai “sadar” kata-kata yang mereka tidak tahu dan bertanya pada saya. Itu membuat saya senang 🙂 Seperti biasanya, setelah mereka selesai membaca. saya bertanya apa yang mereka dapat dari bacaan tersebut.

Beberapa anak paham dengan menceritakan ulang dengan bahasa yang singkat, beberapa anak hanya memiliki sedikit ide tentang bacaan itu. Kemudian kami membahas masing-masing poin dari manfaat membaca.

Salah satu manfaat membaca adalah menambah pembendaharaan kata. Tentunya, saya bertanya kosakata baru apa yang mereka dapatkan dari membaca. Dengan gaya “keroyokan’ anak-anak langsung merespon pertanyaan saya 😀