Backstreet Boys

Di tahun 1990an, industri musik dunia dikuasasi oleh banyak groupband, girlband dan boyband yang berasal dari Amerika dan Inggris seperti: S Club 7, The Corrs, Destiny’s Child, Atomic Kitten, Nsync, Backstreet Boys, Blue, Westlife, Plus One, Michael Lern To Rock (MLTR), Steps, 98 degrees, dan mungkin masih banyak lagi. Itu hanya beberapa grup band yang saya ingat.

Di tahun 2005 – 2010an, band-band di atas mulai tenggelam dan hampir tak terdengar gaungnya. Industri musik boyband dan girlband mulai dikuasasi dan dimeriahkan oleh boyband dan girlband asal Korea. Barangkali hanya One Direction satu-satunya boyband asal Inggris yang bisa masuk ke pasar dunia, termasuk Indonesia.

Sumber foto: Wikipedia

Kembali ke tahun 90an, salah satu boyband asal Amerika, Backstreet Boys, adalah salah satu boyband terbaik dunia. Hampir semua single dan album mereka merajai tangga lagu dunia. Grup vokal yang beranggotakan Nick Carter, Brian Littrell, Alexander James atau A.J Mclean, Kevin Richardson, dan Howie Dorough ini berasal dari Orlando, Florida, Amerika Serikat. Boyband ini terbentuk pada 20 April 1993.

Single pertama mereka yang berjudul We’ve Got it Goin’ On yang rilis pada tahun 1995 meraih kesuksesan bukan hanya di negara mereka, namun negara Eropa dan Asia. Setelah itu lagu-lagu mereka selalu mencetak hits di beberapa negara, seperti: Get Down (You’re the One For Me),  Quit Playin’ Games (With My Heart), As Long As You Love me, Everybody (Bakcstreet’s Back), I Want It That Way, I’ll Never Break Your Heart, Larger than Life, Show Me The Meaning of Being Lonely, The One, Shape of My Heart, More Than That, Drowning, Incomplete, dan masih banyak lagi. Karena lagu-lagu mereka yang selalu hits, grup band ini sempat mencapai penjualan album tertinggi.

Tahun 2006, salah satu anggota Backstreet, Kevin Richardson, memutuskan mengundurkan diri dari grup itu karena ingin fokus mengurus keluarganya. Meskipun tanpa Kevin, Backstreet Boys tetap berjalan dan melakukan tur keliling dunia. Namun pada tahun 2012, Backstreet Boys menyatakan bahwa Kevin Richardson memutuskan kembali ke grup yang melambungkan namanya tersebut. Pada tahun 2013, Backstreet Boys mendapatkan bintang di Hollywood Walk of Fame.

Dan, di bulan April tahun 2018 ini, Backstreet Boys merayakan ulang tahun band mereka yang ke 25 tahun. Untuk merayakan hari jadi tersebut, mereka menggelar salah satu tur konser mereka di Dubai beberapa waktu lalu. Menonton konser mereka lewat YouTube, bagi saya nampak tak ada yang berubah dari segi suara dan performa mereka. Bila dilihat dari segi fisik tentu terdapat beberapa perubahan, lebih mature dan tambah kece. Histeris para penonton yang didominasi para wanita di tempat itu membuktikan bahwa mereka masih sangat diminati dan dicintai para penggemar setia mereka. Dalam konser tersebut Backstreet Boys menyanyikan lagu-lagu hits mereka. Meskipun hanya menonton lewat layar laptop, saya bisa merasakan euforia para penonton di tempat itu dan ikut bernyanyi bernostaligia 🙂

Roald Dahl

Tak masalah siapa dirimu dan bagaimana penampilanmu selama seseorang mencintaimu

Nama Roald Dahl saya ketahui setelah menonton film anak favorit saya, Matilda (1996)Charlie and the Factory Chocolate (2005) , dan The BFG (2016) . Roald Dahl lahir di Llandaf, Cardiff, Wales, Inggris pada 13 September 1916. Ia meninggal di Great Missenden, Backinghamshire, Inggris, 23 November 1990 di usia 74 tahun.

Roald Dahl adalah seorang pengarang keturunan Norwegia, negara asal orangtuanya. Sebelum menjadi seorang pengarang, Roald Dahl merupakan seorang atlet alamiah, pilot ulung Royal Air Force atau Angkatan Udara Inggris pada masa perang dunia ke 2, dan seorang fotografer berbakat.

Pada masa kecil sampai remaja, Roadl Dahl menghabiskan waktu pendidikannya di sekolah asrama, St. Peter. Itu karena ia membuat kenakalan yang membuat ibunya harus mengirimnya ke sekolah asrama. Masa-masa itu menjadi masa-masa tidak menyenangkan bagi Roald Dahl karena selalu rindu rumah dan mengirim surat pada ibunya tiap minggu. Ketika ibunya meninggal, ia baru tahu bahwa ibunya menyimpan semua surat yang ia tulis dalam gulungan yang diberi nama Boy. Surat-surat itu dijadikan salah satu dokumentasi masa kecil Roald Dahl sampai menjadi Penerbang Royal Air Force.

Roadl Dahl selalu menghabiskan masa liburannya di Norwegia, negara asal orangtuanya. Pada saat ia sekolah di St. Peter, sebuah perusahaan cokelat, Cadbury, kadang mengirimkan berdus-dus cokelat ke sekolanya untuk diuji coba oleh anak-anak sekolah tersebut. Tentunya anak-anak sangat menyukainya. Dari kejadian ini lah, Roadl Dahl menulis cerita Charlie and the Factory Chocolate.

Sebelum menjadi seorang penulis, Roald Dahl menjalani pekerjaannya sebagai fotografer dan menerima beberapa penghargaan dari pekerjaan itu, dan ia seorang pilot yang memiliki banyak pengalaman dalam bidang ini. Baru pada tahun 1942, Roald Dahl mulai menulis pada saat ia dipindah-tugaskan ke Washington sebagai Wakil Atase Udara. Ia menulis tentang pengalaman-pengalaman hidupnya. Artikel pertamanya yang terbit di koran Saturday Evening Post berjudul Shot Down Over Lybia. Cerita tersebut merupakan pengalaman pribadinya pada saat berada di Lybia.

Pada tahun 1964, ia mulai menulis novel anak-anak yang berjudul Charlie and the Factory Chocolate. Kemudian pada tahun 1982, ia menulis novel The BFG (Big Giant Friendly). Pada tahun 1988, novel Matilda terbit dan memenangkan Children Book Awards. Setelah itu, baik novel ataupun film Matilda sangat disukai banyak orang hingga sekarang.

Pada tahun 2005, The Roald Dahl Museum and Story Center dibuka di Great Messenden untuk merayakan dan melestarikan karya-karya Roald Dahl.

Beberapa kutipan Roald Dahl:

A person who has good thoughts cannot ever be ugly. You can have a wonky nose and a crooked mouth and a double chin and stick-out teeth, but if you have good thoughts, they will shine out of your face like sunbeams and you will always look lovely.”

It doesn’t matter who you are and what you look like, as long as somebody loves you.”

Never do anything by halves if you want to get away with it. Be outrageous. Go the whole hog.”

It’s impossible to make your eyes twinkle if you aren’t feeling twinkly yourself.”

 

Bill Gates

Hampir semua orang yang menggunakan komputer tentu tak asing dengan nama Bill Gates, atau dengan nama lahir William Henry “Bill” Gates III dan lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955. Ia adalah pendiri Microsoft yang menjabat sebagai ketua Microsoft di perusahaan yang ia dirikan bersama temannya, Paul Allen. Pria berusia 62 tahun ini adalah salah seorang pengusaha revolusi Personal Computer (komputer pribadi) di dunia. Bill Gates termasuk salah satu orang terkaya di dunia selama beberapa tahun berturut-turut.

Di usia 21 tahun, Bill Gates sudah menjadi milyuner. Dan ia adalah orang termuda yang menjadi milyuner saat itu. Dari usia remaja, ia sudah sangat mencintai software atau perangkat lunak. Mengikuti kesuksesannya, ia bersama istrinya, Melinda Gates, mendirikan yayasan yang ia beri nama Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan pada tahun 2000.

2 hari lalu, saya menonton Bill Gates di acara talk show Amerika, The Ellen Show. Itu kali pertamanya acara tersebut mengundang Bill Gates sebagai bintang tamu. Dalam perbincangangan tersebut, sang pemilik acara sekaligus host acara tersebut, Ellen Degeneres, membicarakan beberapa hal, salah satunya tentu yang berhubungan dengan bidang yang digeluti oleh Bill Gates yaitu yang berhubungan dengan teknologi. Namun, dalam pembincangan tersebut tidak membahas teknologi lebih detil, melainkan status yang disandang oleh Bill Gates yang menjadi seorang milyuner. Bill Gates telah menyumbangkan $40 milyar untuk yayasannya. Hal itu seperti mendorong para milyuner melakukan hal yang sama. Menurut Ellen, bahwa hal itu juga membuat orang untuk memperbaiki masalah yang ada di dunia.

Lebih lanjut, sang host bertanya pada Bill Gates apa yang menjadi fokus utamanya saat ini. Ia menjawab, “Saya dan istri saya memilih kesehatan global. Faktanya masih terdapat 5 juta anak yang meninggal di usia dibawah 5 tahun. Sebelum kita memulainya terdapat lebih dari 10 juta anak yang meninggal. Jadi jumlah itu adalah kemajuan yang sangat baik selama 18 tahun terakhir. Jadi, hal-hal seperti malaria dan diare akan ada obat dan vaksin.” Hal besar kedua yang ingin Gates dan istrinya lakukan adalah memperbaiki sistem pendidikan di Amerika.

Di akhir wawancara, Ellen mengatakan bahwa Bill Gates telah banyak menyumbangkan banyak uangnya ke seluruh dunia. Terakhir Ellen mengatakan,

You’re making such a huge difference. I’m glad you’re a billionaire.”

Semoga apa yang dilakukan oleh Bill Gates bisa ditiru oleh para milyuner lainnya, terutama milyuner di Indonesia. ?

 

Desy Ratnasari

Nama Desy Ratnasari tak asing lagi bagi siapapun yang lahir di tahun 80an dan 70an. Sekitaran tahun itu, hampir tiap hari film-film Indonesia  menghiasi layar kaca. Jadi, kala itu mudah sekali menonton film-film Indonesia. Desy Ratnasari lahir di Sukabumi, 12 Desember 1973.

Desy mengawali karirnya di usia 14 tahun dengan mengikuti ajang pemilihan gadis sampul salah satu majalah ternama saat itu. Meskipun hanya sebagai juara 2 dalam pemilihan tersebut, namun nama Desy Ratnasari langsung meroket setelah pemilihan ajang tersebut dengan memainkan beberapa film. Barangkali Film Olga dan Sepatu Roda (1991) adalah film yang membuat saya mengidolakan Desy Ratnasari. Entah sudah berapa kali saya menonton film itu. Kala itu, Desy masih berusia sangat remaja, berambut panjang terurai dan apa adanya remaja tanpa dandanan dan make up yang berlebihan. Ia memainkan film itu dengan sangat natural, ceria, cerdas, dan representatif anak remaja kala itu. Film Olga dan Sepatu Roda telah melambungkan namanya.

Selain bermain di film Olga dan Sepatu Roda, Desy bermain di banyak film (Elegi Buat Nana, Saskia, Komar si Glen Kemon Mudik, Joe Turun ke Desa, Blok M (1990), Oom Pasikom, Si Kabayan Mencari Jodoh, Joshua oh Joshua, Kun Fayakun), sinetron (Jendela Rumah kita, Sengsara Membawa Nikmat, Pelangi di Hatiku, Bunga-Bunga Kehidupan, Buku Harian, Desy, Flamboyan 108, Saat Memberi Saat Menerima, Anakku Terlahir Kembali, Bukan Perempuan Biasa, Takdir, Sabai Nan Aluih, Malin Kundang, dan masih banyak lagi), dan iklan (Sunsilk, Medicare, Homyped, Sanken, Mega M Matahari, Lux, Konica, Mixagrip, Larutan Penyegar Cap Kaki Tiga, dan lain-lain). Lalu merambah ke dunia tarik suara. Ia menjadi aktris papan atas dan dianggap sebagai ikon kecantikan wajah asli Indonesia.

Dalam dunia film, sinetron, dan iklan, kemampuan akting Desy tak perlu diragukan lagi. Namun, untuk urusan tarik suara atau menyanyi, bisa dibilang suara Desy tak terlalu bagus layaknya penyanyi yang sudah diberi suara merdu dari Sang Pencipta. Meski begitu, ia memiliki banyak single dan beberapa album (Lukisan Cinta, Bukan Aku Menolakmu, Mana Mungkin, Tenda Biru, Sampai Hati, Lembaran Baru, Takdir, Mengapa, Hanya Satu Mutiara, dan lain lain), baik hanya untuk nyanyian biasa maupun untuk original soundtrack sinetron yang ia mainkan. Semua lagu ia nyanyikan dengan sangat baik. Salah satu singlenya yang berjudul Tenda Biru yang ia nyanyikan pada tahun 1996 menjadi lagu paling hits sepanjang tahun itu. Lagu tersebut menjadi julukan nama Desy, si tenda biru, hingga saat ini.

Walaupun saat itu sudah menjadi aktris terkenal dan super sibuk, Desy tak pernah melupakan pendidikan. Pendidikan adalah syarat utama yang diajukan mendiang ayahnya pada awal ia masuk ke dunia showbiz. Itu ia tunjukkan dengan prestasi sekolahnya yang stabil. Pendidikan terakhir Desy adalah magister Psikologi.

Tahun 2000an nama Desy Ratnasari sudah tak terlalu melambung di dunia hiburan tanah air, meskipun ia masih membintangi beberapa sinetron dan film. Salah satu alasan yang paling masuk akal adalah banyak bintang muda yang bermunculan. Selain itu pula, ia mulai merambah ke dunia politik. Bukan Desy Ratnasari namanya kalau melakukan sesuatu setengah-setengah. Ia selalu melakukan segala sesuatu dengan totalitas dan konsistensi. Ia mengikuti pemilihan anggota dewan dari daerahnya, Sukabumi, dan terpilih menjadi anggota DPR pada tahun 2004.

Sudah tidak terlalu aktif di dunia showbiz, Desy mengubah penampilannya dengan menutup kepalanya dengan hijab dan penampilan yang lebih tertutup. Sebagai aktris dan ibu dari seorang anak (Nasywa Nathania Hamzah), sosok Desy Ratnasari mampu menunjukkan seseorang yang menjadi public figure yang bisa tetap berprestasi dan konsisten di jalur yang sedang ia geluti. Sebagai wakil rakyat, semoga Desy Ratnasari mampu menjaga amanah, ‘bersih’, jujur, dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih baik dari segi apapun.

Anne Rice

Yang pernah baca novel Interview with the Vampire atau menonton filmnya, yang dibintangi oleh Brad Pitt, Tom Cruise, dan Kirsten Dunst pada tahun 1994, barangkali pernah mendengar nama Anne Rice. Ya, Anne Rice adalah penulis buku The Vampire Chronicles, salah satu buku tersebut diangkat ke dalam sebuah film. Di tahun 2002, bukunya yang berjudul Queen of the Dammed juga di filmkan. Film ini dimainkan oleh mendiang penyanyi Aaliyah. Jauh sebelum film vampir populer Kristen Stewart and Robert Pattinson Twilight yang ditulis oleh Stephenie Meyer, Anne Rice bisa dibilang sebagai pelopor penulis yang menuliskan cerita tentang vampir, vampir klasik yang masih mengacu pada cerita legenda vampir ratusan tahun yang lalu. Continue reading “Anne Rice”

Malala Yousafzai

Malala Yousazsai adalah aktivis muslim yang memperjuangkan hak perempuan dan pendidikan anak. Sekitar tahun 2014 akhir saya mengetahui nama Malala Yousafzai dari YouTube. Menonton salah satu video yang menceritakan tentang perjalanan hidup Malala saya langsung tertarik melihatnya lebih jauh. Ia adalah seorang wanita muslim berasal dari Mingora, Pakistan. Tempat ia tinggal di Swat Valley merupakan kota konflik. Continue reading “Malala Yousafzai”

Nyata (30 Desember 2012)

connie talbot

Connie Talbot merupakan salah satu penyanyi berbakat. Sejak ia menjadi fenomenal ketika mengikuti ajang pencarian bakat Britain’s Got Talent tahun 2007, hampir seluruh dunia mengenalnya. Dengan suaranya yang indah menyanyikan lagi Over The Rainbow pada saat itu ia baru berusia enam tahun, ia memikat banyak orang dan membuat mereka jatuh cinta padanya, termasuk saya. Ia sangat menggemaskan dengan dua gigi depan yang tanggal tapi penuh dengan senyuman dan sangat berbakat dalam dunia musik. Walaupun ia tidak memenangkan kompetisi itu, tapi setelah acara itu usai, ia menjadi gadis cilik yang sangat sibuk karena undangan ke beberapa negara di Asia, kemudian menyusul ke bagian negara yang lain. Sejak saat itu saya mengikutinya melalui YouTube. Dari wawancaranya dan tampil menjadi bintang tamu di beberapa negara seperti Hongkong, Jepang, China, Filipina, Korea, Singapore, Taiwan, Amerika, Jerman, sampai semua kegiatan yang ia lakukan di negara-negara tersebut saya perhatikan semua pola tingkahnya di YouTube, tak ada satupun yang terlewatkan semua tentangnya. Pada usia 8 tahun, ia menyanyikan lagu I Will Always Love You milik Whitney Houston dengan sangat menakjubkan dalam suatu acara di Jerman dan ia membuat semua penonton yang berada dalam acara itu berdecak kagum mendengar suara emasnya dan mendapat standing applause dari mereka. Bahkan ia bisa bernyanyi lebih bagus daripada Sarah Connor ketika berduet menyanyikan lagu Ave Maria pada saat ia berusia 9 tahun.

Selain suaranya yang memikat banyak pendengar,  saya juga menyukai attitude, behavior, dan manner yang ia miliki. Ia juga memiliki beberapa pencapaian prestasi di usianya yang masih sangat muda beberapa di antaranya: mendapat lima emas dan platinum dari albumnya di usia yang sangat muda, album pertamanya Over The Rainbow sempat berada di urutan nomor satu di tangga lagu Taiwan, Korea, dan Amerika, ia juga ditunjuk menjadi duta untuk Toys For Tots Foundation pada usia sembilan tahun dan menjadi duta termuda di antara duta-duta sebelumnya. Saya memperhatikan gadis yang sekarang sudah berusia 12 tahun ini tidak seperti penyanyi cilik lain (yang juga memiliki kemampuan bernyanyi sama bagus dengannya) yang saya lihat di YouTube. Sebagai orang Barat, ia sangat ramah, sopan, dan memiliki tata krama seperti orang Timur, begitu juga dengan ibunya. Mungkin, karena itu namanya besar di Asia. Cara ia beryanyi layaknya seperti anak-anak dan sangat natural, tak ada yang ia buat-buat seperti orang dewasa ketika ia menyanyikan lagu dewasa. Yang paling menakjubkan adalah ia tak pernah mengikuti les menyanyi. Ia hanya bernyanyi dengan caranya sendiri tanpa mengikuti gaya penyanyi siapa pun dan bernyanyi dengan indah untuk membuat orang bahagia mendengar nyanyiannya.

Semakin bertambah usianya, suaranya dan performanya semakin matang. Tuhan benar-benar memberikan karunia padanya suara yang indah dan orangtua yang bisa membimbingnya dengan baik. Dalam tiap wawancaranya di beberapa negara, ia sangat rendah hati, sangat berhati-hati dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, tidak menganggap dirinya istimewa dan fenomenal dalam bernyanyi dan selalu membawa keceriaan. Ia bersikap layaknya gadis cilik pada umumnya. Mendengar aksen British dan melihat gaya femininnya saat bernyanyi membuat saya tak berhenti melihat lebih jauh gadis yang hampir menyelesaikan studinya di Blackwood Primary School, Streetly. Mungkin saat ini saya sedang terkesan dengan suaranya, kerendahan hatinya, sikap naturalnya, senyumnya, tawanya dan semuanya yang ada dalam dirinya. Ketika saya membaca informasi tentangnya bahwa ia akan datang untuk pertama kalinya ke Indonesia dalam rangka menjalankan world tour asia untuk mempromosikan albumnya yang ke-empat Beautiful World yang diambil dari single lagu original-nya yang berjudul Beautiful World, yang ia tulis pada saat ia berumur tujuh tahun. Tentunya saya tak ingin membuang kesempatan untuk menyaksikannya secara langsung. Ada satu hal yang selalu saya ingat ketika saya mengalami hal ini.

Pada saat awal kuliah sastra delapan tahun silam, salah satu dosen saya menyampaikan kuliahnya (tapi saya lupa mata kuliah apa), lalu ia bertanya pada kami (mahasiswanya) tentang orang-orang yang hanya kita lihat di televisi, media elektronik atau media massa apakah mereka benar-benar ada di bumi ini jika kita tak pernah melihatnya secara langsung. Connie Victoria Elizabeth Talbot, atau dikenal Connie Talbot, seorang gadis cilik beranjak remaja ber-kebangsaan Inggris yang hanya bisa saya lihat di YouTube, ia nyata dan ada ketika saya menyaksikannya secara langsung bernyanyi di Central Park Jakarta pada tanggal 30 Desember 2012, sehari sesudah ia menjadi bintang tamu dan tampil di acara musik Dahsyat dan Idola Cilik RCTI.

The Pretty “Julia Roberts” Woman

Andai aku bisa seperti Elizabeth Gilbert (dalam Eat Pray Love, yang diperankan oleh Julia Fiona Roberts) yang bisa bebas bepergian ke belahan dunia tanpa ada yang melarang demi mencari keseimbangan dan kedamaian untuk merubah hidupnya yang hancur setelah bercerai dengan suaminya, melakukan perjalanan ke Itali untuk menikmati kenikmatan makanannya, ke India demi mencari kekuatan doa, dan ke Bali demi mendapatkan kedamaian batin dan keseimbangan cinta. Tapi bagiku, rasanya 3 tempat itu tidak cukup untuk memenuhi rasa dahaga dan laparku untuk penjelajahan ini. Aku ingin menjelajahi setiap belahan tempat yang sudah Tuhan ciptakan. Tapi kurasa aku tidak punya cukup waktu dan uang untuk melakukan itu. Hehe sekilas khayalan saya muncul ketika menonton Eat Pray Love .

Anyways, lama tak menonton film Julia Roberts membuat saya rindu dengan akting Julia Roberts. Eat Pray Love lumayan menghilangkan rasa rindu itu, apalagi ketika melihat tawanya yang lebar dan khas.

Film Pretty Woman telah membawa Julia Roberts menjadi wanita tercantik di dunia secara berturut-turut selama beberapa tahun menurut versi majalah tertentu. Hampir semua film yang ia mainkan memiliki alur cerita yang bagus.

My Best Friend’s Wedding, film drama romantis yang membuat saya menangis karena terharu, tapi juga membuat saya tertawa ketika menonton Julia Roberts beradu akting dengan Cameron Diaz.

Stepmom, meski ceritanya ringan, namun cukup menyentuh.

Notting Hill, adalah film yang tidak pernah membosankan. Bagi saya aktor tampan Hugh Grant adalah pasangan laki-laki paling cocok untuk Julia Roberts dalam sebuah film, dan Soundtrack film ini dinyanyikan oleh salah 1 penyanyi favorit saya, Shania Twain, You’ve Got A Way, dan Ronan Keating, When You Say Nothing At All.

Mona Lisa Smile, film yang cukup memberi makna untuk hidup. Ia berperan sebagai seorang dosen sastra yang semua mahasiswanya adalah perempuan yang cerdas dan kritis yang tinggal di asrama. Pada awalnya mereka tidak menyukai Kathrine Ann Watson (Julia Roberts), sampai akhirnya mereka dapat menerima dan menghormatinya sebagai dosen mereka. Bahkan mahasiswanya tak ingin kehilangan ketika pada akhirnya ia harus pergi.

Selain film-film tersebut, Julia Roberts juga bermain dalam film-filmnya yang memiliki variasi cerita dan karakter yang berbeda. Diantaranya: Runaway Bride, Closer, Ocean Twelve, America’s Sweethearts, Erin Brokovich, dan masih banyak lagi. Film Erin Brokovich menjadikan Julia Roberts sebagai pemeran wanita terbaik dalam ajang penghargaan piala Oscar.

Kristen Stewart and Robert Pattinson Twilight

Tukang casting kadang emang nggak pernah salah ya dalam memilih tokoh pemain film untuk film-film tertentu. Salah satu contohnya adalah Kristen Jaymes Stewart yang memerankan Isabella Swan dan Robert Pattinson sebagai Edward Cullen, seorang Vampir, dalam film Twilight. Dan nggak bisa dipungkiri kesuksessan buku dan film seperti Twilight, secara nggak langsung dapat membuat sukses dan terkenal para pemainnya. Sebelum nonton Twilight saya nggak pernah menyadari bahwa Kristen Stewart sudah memainkan banyak film, dan salah satunya adalah Panic Room, saat itu masih berusisa sekitar 12 tahun dan ia juga bermain di film Zathura, juga beberapa film lainnya dan ia sudah bermain film sejak tahun 2001… begitu juga dengan Robert Pattinson… Berkat ‘meledak’nya film itu di dunia, mereka menjadi idola para remaja…

so, what do u think about them?

Stephenie Meyer

Siapa pun yang sudah membaca Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn pasti tahu siapa yang menulis buku tersebut. Yeps, dia lah Stephenie Meyer. Imajinajinasinya yang liar dan penggambaran yang jelas dalam setiap detil tulisannya dapat menghipnotis pembaca hanyut dalam ceritanya. Kisah cinta yang tak biasa antara seorang manusia (Isabella Swan) dan seorang vampir (yang digambarkan sebagai laki-laki sempurna, Edward Cullen) .
Dalam New Moon ia begitu gamblang menuliskan detil tentang perasaan, sikap dan tingkah laku Bella ketika ditinggal oleh kekasih Vampirnya, Edward. Penggambaran yang sangat umum bagi setiap orang yang sedang patah hati, akan tetapi ia dapat menggambarkan perasaan Bella menjadi sangat dramatis dan menusuk jiwa.
Seperti tak kehabisan cerita, dalam Eclipse ia menuliskan konflik yang lebih tajam dengan adanya cinta segitiga antara Bella, Edward, dan Jacob (manusia srigala) yang juga mencintai Bella, akan tetapi hal tersebut dapat terjalin baik-baik saja diantara mereka satu sama lain harus bekerjasama melindungi Bella yang sedang diburu Vampir jahat yang ingin menghisap Bella… Dan begitu pula dengan narasi kerennya dalam Breaking Dawn…
What a great mind!