Segenggam Doa Untuk Setangkai Bunga

Di satu peristiwa, tak sengaja atau disengaja aku bertemu dengan setangkai bunga. Bunga yang memiliki bentuk sederhana, memiliki bundaran kuning yang lebar di tengah dan dikelilingi oleh petal petal seperti sinar matahari. Sungguh bunga yang cantik, indah, manis dan dapat kujadikan teman untuk berbagi banyak hal. Walau tak bergerak, namun tangkai, putik, dan kelopak bunganya selalu bisa membuatku terpesona. Walau tak dapat berbicara langsung denganku, tapi aku bisa merasakan apa yang ia rasakan. Pernah suatu ketika ia sangat marah padaku karena aku membuatnya merasa tak nyaman. Ia terlihat sangat buruk, buruk sekali, hingga aku tak bisa mengatakan dan melakukan apa pun padanya untuk membuatnya terlihat lebih baik. Kadang ia begitu mudah layu sebelum waktunya, dan terkadang ia dapat mekar sepanjang hari dan memberi keceriaan hidup. Aku berharap dan berdoa, di atas tanah mana pun ia berada, siapa pun yang merawat dan memilikinya, ia selalu tumbuh dan hidup dalam kestabilan, kesederhanaan, kesucian, dan kemurnian yang menawan, serta menjadi setangkai bunga yang selalu bersemi indah hingga dapat memberi keindahan dan keceriaan pada siapapun yang ada di sekililingnya.