Fragmen Tentang Kita

Mungkin banyak dari kita menemukan atau merasakan hal-hal yang tak bisa kita pikirkan dengan nalar. Seperti ketika kita sedang memikirkan seseorang yang kita kenal kemudian tiba-tiba ia menelepon atau mengirimi pesan untuk menanyakan sesuatu atau hanya sekadar menanyakan kabar. Sejujurnya aku sering sekali mengalami itu.

Atau kamu pernah mendengar cerita banyak orang atau teman-teman bagaimana mereka bertemu dengan suami atau istri dengan cara di luar pikiran kita. Satu sama lain berada di jarakĀ  yang sangat berjauhan atau tak pernah saling bertemu sebelumnya, lalu dipertemukan oleh sesuatu yang dinamakan pernikahan.

Tahukah kamu bahwa kita lebih dekat dari apa yang kita pikirkan. Mungkin ada beberapa orang yang tidak saling kenal tapi sudah sangat mengenal sebelum bertemu, atau barangkali tak akan pernah bertemu. Rasa yang dihadirkan bisa bermacam-macam; suka, sayang, jatuh cinta, atau bahkan sangat membenci sebelum saling kenal.

Selalu ada sesuatu yang bisa kita lakukan dari hati ke hati dan dari jiwa ke jiwa. Jika kamu benar-benar mengenalku, maukah kamu membiarkanku bebas. Jika kamu sudah mengenal seseorang atau tidak sama sekali, maukah kamu memegang tangannya dan membantunya untuk bangkit ketika ia sedang terjatuh. Jika kamu akhirnya mengenal mereka, akankah kamu mempelajari dan mengerti banyak hal tentang mereka.

Bisa jadi seseorang yang tak pernah kamu kenal sedang memikirkanmu saat ini di tempat yang tak pernah kamu kunjungi, atau sebaliknya. Ini memang aneh, Tapi kita semua memiliki warna darah yang sama dibawah nama yang berbeda. Atau kita memang berbeda seperti warna pelangi, tapi kita berada di bawah langit dan matahari yang sama. Apa yang kamu butuhkan, aku juga butuhkan. Apa yang kamu miliki, mereka juga ingin miliki.

Berjuta-juta permohonan telah terkabul. Selalu ada sesuatu yang bisa kita lakukan. Kadang kita tak pernah tahu sampai kita memulainya. Dan kita tahu bahwa hal yang paling sulit adalah memulai, memulai dengan tulus tanpa maksud terselubung.

Mungkin kita memang lebih dekat dari yang kita tahu. Bukan jadi mustahil, hal yang jauh bisa menjadi dekat dan sebaliknya. Barangkali itu seperti membangun sebuah jembatan. Kita tahu bahwa tak mudah membangun sebuah jembatan, apalagi dengan jarak yang sangat jauh dan di bawahnya terdapat kedalaman yang tak dangkal atau memiliki banyak bebatuan yang besar dan runcing. Dan jarak yang dekat bisa sangat jauh ketika jembatan tak pernah berdiri di antara masing-masing tepian. Namun ketika jembatan itu sudah terbentang, maka mampu menghubungkan siapapun dari arah manapun, bahkan bisa jadi lebih dari sebuah penghubung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *