Menulis dengan Gaya Bahasa Sendiri

 

Diary klub membaca anak; cara anak-anak menulis dengan gaya bahasa masing-masing.

Pada kegiatan Reading Club kali ini saya masih meminta anak-anak untuk membawa novel kesukaan mereka atau novel yang belum atau sedang mereka baca. Namun, pada kegiatan kali ini beberapa anak yang bergabung Sabtu sebelumnya tak bergabung pada kegiatan kali ini.

Meskipun pada awalnya mereka bersemangat, tapi ketika mereka tahu bahwa saya meminta mereka merangkum isi novel yang mereka baca, mereka tak juga munculĀ  bergabung dengan teman-teman yang sudah bersiap mulai. Saya mengerti, bagi mereka kegiatan merangkum atau menulis ulang barangkali hal yang berat sebelum mereka mendengarkan penjelasan dari saya dan mempraktekkannya. Hanya 6 anak yang mengikuti kegiatan ini. Jumlah ini tak jadi masalah buat saya.

Sebelum anak-anak melaksanakan tugas mereka, terlebih dahulu saya menjelaskan bagaimana cara merangkum. Pertama, mereka harus membaca novel yang mereka bawa. Setelah itu mereka menulis rangkuman dari apa yang mereka baca dengan bahasa mereka sendiri.

Anak-anak nampak langsung mengerti dengan apa yang saya sampaikan. Pulpen dan kertas kosong sudah di depan mereka. Mereka mulai menulis.

Lima menit kemudian saya memeriksa pekerjaan mereka. Ketika saya membaca tulisan mereka satu per satu, ternyata mereka belum memahami apa yang saya jelaskan. Mereka menyalin cerita yang ada dalam novel, bukan merangkum dengan bahasa mereka sendiri. Lalu saya jelaskan berulang kali. Mereka masih bingung. Sampai akhirnya saya membaca salah satu novel dari mereka, kemudian menceritakan ulang dengan bahasa saya sendiri. Barulah mereka mengerti dan menulis ulang pekerjaan mereka.

Anak-anak membaca ulang novel mereka sampai memahami isinya. Setelah itu, baru lah mereka berhasil merangkum dengan bahasa mereka sendiri.

Di sini, anak-anak belajar menulis ulang cerita dengan bahasa mereka sendiri. Mereka belajar menulis dengan gaya bahasa mereka sendiri dari apa yang mereka baca dan belajar menulis dengan tata cara penulisan yang benar. Juga, saya ingin menunjukkan bahwa menulis rangkuman atau menceritakan ulang suatu bacaan bukan hal yang sulit jika mereka mau membaca dan memahami isinya. Saya sampaikan pada mereka, hal itu bisa mereka praktekkan untuk buku-buku pelajaran dan bacaan-bacaan lainnya.