Belajar Mengoreksi dan Memperbaiki

Diary klub membaca anak; bagaimana belajar mengoreksi dan memperbaiki tulisan.

Sabtu, 30 Januari 2016. Sebelum meneruskan cerita buku House of Secrets, saya meminta anak-anak kelas 5 untuk menulis cerita-cerita (yang sudah mereka dengar) dengan gaya bahasa mereka sendiri. Dengan daya ingat dan khayal mereka, yang mereka ingat, yang ada dalam pikiran mereka. Dari tokoh, karakter, dan isi cerita itu sendiri. Kemudian tulisan mereka akan dibaca dan dikoreksi oleh anak-anak kelas 6.

Mereka tidak saya minta untuk menulis karena mereka tidak mengikuti cerita ini dari awal. Anak kelas 5 saya beri waktu sekitar 30 sampai 35 menit untuk menyelesaikan tulisan mereka.

Setelah semua anak selesai menuangkan apa yang mereka ingat, giliran kelas 6 membacakan hasil tulisan tersebut. Beberapa anak malu tulisannya dibaca oleh kakak kelas. Namun, saya katakan bahwa kami semua sedang belajar dan setiap kesalahan bisa diperbaiki. Dengan begitu mereka mau mendengar, saling mengoreksi, dan memperbaiki.

Beberapa anak membuat kesalahan yang sama, yaitu cara penulisan yang salah, tak ada spasi, kurang dan lebih 1 huruf pada beberapa kata.

Beberapa anak mampu bercerita di atas kertas dengan detil apa yang masih diingat dalam pikiran mereka, beberapa yang lain belum terlalu bisa menuangkan cerita yang bersarang di pikiran mereka di atas kertas kosong. Beberapa anak lebih mudah menceritakan kembali melalui mulut daripada melalui pulpen yang mereka pegang.

Setelah semua tulisan sudah dibaca, semua anak tahu dimana kesalahan menulis mereka dan mau memperbaiki ketika mereka harus menulis apapun dan dalam kegiatan apapun.  Meskipun masih banyak yang perlu diperbaiki, bagi saya, mereka sudah melakukan tugas mereka dengan sangat baik. Tugas telah selesai anak-anak kerjakan, kemudian saya melanjutkan membacakan buku House of Secrets pada mereka.