Gaya Membaca

Dairy klub membaca anak; cara membaca dengan gaya masing-masing.

Sabtu, 19 Maret 2016. Setelah 2 minggu kegiatan Reading Club ditiadakan karena hari tenang Ujian Tengah Semester dan pelaksanaan Ujian Tengah Semester, hari ini kegiatan ini dimulai kembali.

Saya memberikan cerita dongeng anak-anak yang berjudul Lebah dan Tawon yang Berebut Sarang Madu, Kelinci yang penakut dan Kodok, Ahli Perbintangan, Anak Gembala yang Bijaksana, dan Tiga Serdadu, yang saya ambil dari internet, lalu saya cetak dan saya berikan kepada masing-masing anak.

Kami membaca cerita tersebut bersama-sama. Supaya keadaan tertib dan lancar selama membaca, saya menyampaikan peraturan dan cara membacakannya.

Masing-masing dari kami, termasuk saya, membaca hanya satu kata lalu disambung oleh teman yang ada di sampinya begitu seterusnya. Bagi anak yang tidak menyimak atau tidak tahu mana yang harus mereka baca, maka ia (termasuk saya) harus mau wajahnya diberi titik dengan spidol.

Membaca dimulai dari saya. Cara ini lumayan ampuh membuat anak fokus dengan apa yang mereka baca. Tak ada yang berani mengobrol atau asik sendiri dengan pikiran mereka. Hanya ada 1 – 2 anak yang masih terlambat mengikuti jalan bacaan. Di tiap paragraf dan akhir cerita saya menanyakan apa yang mereka paham dari apa yang mereka baca.

Pada awalnya mereka tidak paham tentang apa yang mereka baca karena mereka fokus pada per kata. Namun ketika membaca terus berlanjut mereka mulai terbiasa dan paham isi bacaan tersebut. Cara ini mampu melatih fokus, artikulasi bacaan, dan menambah pembendaharaan kata mereka.

Pada cerita terakhir yang agak panjang mereka meminta saya untuk tidak membacanya per kata, tapi per paragraf, saya setuju. Anak-anak membacanya dengan sangat baik. Membaca dengan cara ini membuat anak-anak fokus dengan apa yang ada di hadapan mereka. Tidak ada yang mengobrol dan kegiatan ini berlangsung sangat efektif. Ketika saya tanya apakah mereka fun membaca hari ini, mereka jawab “ya”. Itu yang penting, fun.