Perbanyak Membaca, Kurangi Main Games

Diary klub membaca anak; pentingnya membaca dan mengurangi main games di gadget.

Sabtu, 23 Juli & 6 Agustus 2016. Ekstrakurikuler Reading Club sudah berjalan lagi. Beberapa anak pergi karena telah menyelesaikan tugas mereka di Sekolah Dasar, beberapa anak datang bergabung dalam kegiatan ini. Anak-anak yang baru bergabung dalam kegiatan ini bertanya-tanya apa itu Reading Club. Reading Club adalah kegiatan membaca apapun namun tidak hanya sekadar membaca.

Seperti pertemuan awal sebelumnya, saya meminta mereka membawa buku bacaan yang mereka miliki. Beberapa anak memiliki koleksi banyak buku bacaan, beberapa anak sama sekali tidak memilikinya.

Untuk penyesuaian anak-anak pendatang baru, kami (termasuk saya) hanya membaca buku bacaan masing-masing. Saya membiarkan beberapa anak yang lebih tertarik melihat gambar-gambar daripada tulisan yang ada dalam buku. Untuk permulaan mereka boleh melakukan apapun pada buku yang mereka pegang.

Membiarkan mereka dekat dengan buku dengan ‘menyentuh’ semua yang ada di dalamnya. Setelah itu, barulah saya mengingatkan mereka bahwa mereka harus lebih fokus pada tulisan terlebih dahulu.

Bagi beberapa anak, membaca dan memahami isi bacaan kemudian menceritakan ulang isi bacaan tersebut adalah hal yang sulit. Mereka akan merasa cepat bosan dengan alasan yang bermacam-macam. Sedangkan untuk bermain games di smartphone atau tablet, mereka bisa habiskan waktu berjam-jam melakukan itu tanpa keluhan apapun. Hal itu membuat saya mengeluarkan kata-kata “Perbanyak membaca, kurangi main games”. Kata-kata itu selalu saya ucapkan di awal dan akhir atau di sela-sela kegiatan ini sambil menyebutkan banyaknya manfaat membaca yang bisa mereka buktikan sendiri. Kata-kata itu nampaknya masuk dengan baik ke dalam pikran mereka.

Pertemuan hari ini, kami hanya membaca buku. Sebelum membaca bersama, saya menunjukkan buku yang sedang saya baca setiap hari. Saya menceritakan sepotong ceritanya, dan harga buku itu. Bahwa membeli buku tidak selalu dengan harga yang mahal. Banyak toko buku yang memberikan diskon untuk buku-buku bagus. Atau mereka juga dapat menemukan buku bagus di toko buku bekas. Ocehan-ocehan polos yang mulai keluar dari mulut mereka tanda mereka merespon kata-kata saya. Lalu, membacapun saya mulai. Tak boleh ada suara, tak ada ocehan. Lalu anak-anak tenggelam dalam buku masing-masing. 🙂