Victoria & Abdul (2017)

Victoria & Abdul dimulai dengan adegan yang sangat cantik dan indah, yaitu seseorang laki-laki sedang solat di atas bangunan tak beratap dengan pemandangan Taj Mahal.

Victoria & Abdul dibintangi oleh Judi Dench dan Ali Fazal. Film ini mengisahkan tentang pertemanan kontroversial antara seorang ratu Inggris, Victoria (Judi Dench) dan Abdul Karim (Ali Fazal) seorang pelayan Muslim India. Tujuan awal kedatangan awal Abdul ke Istana Buckingham adalah sebagai utusan yang diutus oleh kepala penjara Inggris di penjara India untuk menunjukkan Mahor (semacam koin) sebagai hadiah kerajaan yang diberikan untuk sang ratu pada acara British Exhibition.

Abdul tak sendiri datang ke Istana. Ia ditemani temannya Mohammed. Sebelum acara tersebut berlangsung, mereka berdua dilatih oleh salah satu ajudan istana, Sir Henry, bagaimana cara mereka mempersembahkan Mahor pada ratu Victoria. Abdul bertugas membawa Mahor itu dengan nampan, dan Sir Henry berkali-kali mengingatkan pada Abdul untuk tidak melakukan kontak mata pada ratu. Namun dengan sengaja atau tidak sengaja, setelah Abdul menyerahkan Mahor dan melangkah mundur, matanya melihat ke arah mata ratu. Mata ratu Victoria dan Abdul bertemu.

Sebelum kedatangan Abdul, ratu Victoria yang sudah tua nampak tak bersemangat menjalani sisa hidupnya. Namun ‘kontak mata’ pada acara tersebut seperti menghidupkannya kembali gairah hidupnya. Ia sepertimemiliki hidup baru. Bahkan ia mengatakan pada ajudannya, “The tall one (Abdul) is teribbly handsome.”

Abdul mampu membuat Victoria yang kesepian (karena orang-orang yang ia cintai sudah meninggal) tertarik padanya dari cara ia bercerita tentang India, Taj Mahal, bahasa India, juga agamanya (Islam). Lalu Victoria menjadikan Abdul sebagai Munsyi (guru) nya, dan meminta istri dan ibu mertua Abdul untuk tinggal di istana.

 

Melihat perubahan-perubahan Victoria yang selalu memilih Abdul untuk menemaninya di setiap acara dan juga belajar bahasa Urdu (versi Islam), para ajudan juga salah satu anak Victoria, Bertie, tak menyukai Abdul. Mereka berusaha mencari-cari kesalahan dan fitnah terhadap Abdul.

Awalnya sang ratu percaya atas cerita Bertie tentang pemberontakan orang muslim dan pembunuhan terhadap tentara-tentara Inggris, dan langsung mengusir Abdul. Namun dalam beberapa waktu, ia mengubah pikirannya dan meminta Abdul untuk tinggal di istana dan diangkat sebagai salah satu bagian dari staf kerajaan. Ratu tak lagi memercayai cerita-cerita yang dikatakan oleh para ajudan serta orang-orang yang ada di dalam di istana. Ia tetap membiarkan Abdul berada di sampingnya sampai ia menutup mata.

Victoria & Abdul merupakan film drama, biografi, dan sejarah. Ide cerita film ini menarik dan mudah dipahami. Film ini disutradarai oleh Stephen Frears. Kisah-kisah dalam cerita ini hampir semuanya diambil berdasarkan peristiwa nyata yang diangkat dari buku dengan judul yang sama di tulis oleh Shrabani Basu. Di tahun 1901, Abdul kembali ke Agra. Ia meninggal 8 tahun kemudian, di tahun 1909. Abdul bekerja melayani Victoria selama 15 tahun selama masa pemerintahan Victoria.

Pesan moral yang bisa saya ambil dari film ini adalah:

  • Tidak semua penjajahan berakhir buruk; dijajah Inggris selama 29 tahun, India menjadikan bahasa Inggris (bahasa global) sebagai bahasa kedua negara itu.
  • Sifat open-minded sang ratu yang tidak rasis terhadap agama, bahasa, dan warna kulit atau apapun. Hal itu ditunjukkan dengan Victoria yang ingin belajar bahasa Urdu (versi Islam) dan ia juga mau mendengarkan dengan baik ketika Abdul mengatakan:

In Koran it says, “We are here for the good of others.”

Diawali dengan adegan yang cantik dan indah, film ini diakhiri dengan kata-kata indah yang dikatakan oleh Abdul menjelang kematian Victoria:

Give up yourself without regret and in return you will gain the ocean. Give yourself away and in the great sea you will be secure. -Rumi-.”

Victoria membalas kata-kata tersebut dengan mengatakan: “You are my teacher, Abdul.” Lalu Abdul bertutur:

Everybody knows Rumi. Allah is a teacher.”

Film yang menawan! Menyajikan keharmonisan dua agama (meskipun unsur Islamnya sedikit lebih banyak ditunjukkan di sini), kultur, dan status sosial dari dua negara yang pernah menjajah (Inggris) dan yang dijajah (India).

Nilai: 4/5