In the Cloud (2018)

Film In the Cloud merupakan film bergenre drama science-fiction. Film ini disutradarai oleh Robert Scott Wildes dan ditulis oleh Vanya Asher. Film ini diawali dengan narasi yang bagus, tapi sayangnya tidak dengan ceritanya. Beberapa narasi tersebut yakni:

The technology will perfect us and people around the world, won’t it?”

But what if, what if progress isn’t inevitable? What if it doesn’t get better?”

We think we learn from history, but as a great physicist once said, “Science advances one funeral at a time.””

Dari narasi di atas sudah bisa ditebak bahwa film ini berhubungan dengan teknologi dan sains.

Cerita In the Cloud diawali dengan pengenalan suatu hasil ciptaan yang berhasil diciptakan oleh Doc Wolff (Gabriel Bryne). Di depan para audiensi, ia menunjukkan hasil ciptaan yang ia beri nama otak digital pertama untuk manusia. Ia mempersembahkan otaknya yang ditunjukkan secara digital. Yang mana digital otak tersebut mampu membaca harapan, kenangan, ketakutan, rahasia, dan lain-lain. Dalam presentasinya, Doc mengatakan,

We always want to return. To experience about those feelings as if for the first time. But there is a price to be paid for that.”

Namun tak lama kemudian, tiba-tiba Doc terjatuh, tak sadarkan diri, dan dinyatakan meninggal.

Sementara itu, di bawah perusahaan Cloud, Mary (Laura Fraser), Hale (Justin Chatwin), Theo (Tomiwa Edun), dan Z (Nora arnezeder) mengembangkan perangkat lunak atau software yang mereka sebut cirrus 8. Cirrus 8 adalah perangkat yang bisa mengakali indera penglihatan, penciuman, rasa, dan sentuhan. Dengan alat ini dan alat-alat yang sudah mereka buat, serta meneruskan ciptaan Doc, mereka melakukan beberapa eksperimen. Ketika hidup Doc selalu ingin menciptkan alat yang mampu melakukan pemetaan otak.

Melakukan beberapa kali percobaan selalu gagal, Hale dan kawan-kawan akhirnya berhasil menyempurnakan alat yang mereka sebut perangkat untuk menyelam ke dalam pikiran dan ingatan seseorang. Alat tersebut dipasang di kepala, dan seseorang yang melakukan itu akan mampu masuk ke dalam dan merasakan dunia masa lalu.

Hale dan Z mencoba eksperimen pertamanya menyelam ke dalam memori Doc. Dalam dunia ingatan, mereka melihat Doc dan istrinya sedang membicarakan tentang apa yang akan Doc ciptakan. Doc mengatakan,

Knowledge is freedom, and that the science will illuminate the complexity of the world.”

Salah satu tujuan Theo dan kawan-kawan membuat perangkat tersebut adalah untuk melacak teroris yang mem-bom kota London beberapa kali yang tentunya memakan banyak korban tewas akibat ledakan tersebut.

Dalam cerita In the Cloud, setengah jalannya cerita hanya melakukan eksperimen. Dan akhir ceritanya tersaji tak jelas dan cerita ini seperti tak fokus ke satu penyelesaian masalah.

 

Nilai: 2/5