All You Can Eat

Sebagian orang Indonesia barangkali sudah sering mendengar istilah all you can eat. Yep, istilah tersebut digunakan di restoran-restoran (kebanyakan restoran Jepang) yang memiliki konsep makan sepuasnya atau makanan yang disajikan dalam bentuk Buffet atau prasmanan.

Beberapa hari lalu (tepatnya tanggal 14 Mei 2018), saya dan teman saya untuk pertama kalinya mencoba makan dengan konsep makan sepuasnya dengan beberapa aturan tertentu di salah satu restoran Jepang yang berada di sebuah mall. Restoran ini menyajikan hidangan mulai dari makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup, dan beberapa jenis minuman.

Sebelum makan di restoran tersebut, saya mencari informasi sebanyak mungkin melalui blog dan vlog (lebih banyak mencari informasi di vlog). Melihat para Vlogger yang mengunduh video mereka di YouTube, rasa penasaran dan ingin segera menikmati makanan di restoran tersebut semakin tinggi. Beberapa vlogger memberikan tips makan di restoran yang mengusung konsep makan sepuasnya tersebut, dan sebagian yang lain hanya membuat penonton menelan air liur dengan menunjukkan kelahapan mereka menyantap semua hidangan yang mereka lahap.

Hari itu seperti hari besar buat saya ketika akhirnya saya mencoba makan di restoran buffet tersebut. Besar karena harus menyiapkan uang dan ruang perut yang besar. Lebay yah, hihi. 😁

Di pintu masuk, kami disambut oleh karyawan perempuan yang memakai baju kimono merah jambu dengan corak bunga-bunga. Ia memandu kami menuju ke tempat duduk setelah menanyakan berapa jumlah orang yang akan makan.

Di masing-masing tempat duduk terdapat pemanggang dan panci untuk merebus di atas meja. Musik Jepang mengisi ruangan restoran itu. Waktu yang diberikan oleh restoran tersebut 1 jam 30 menit untuk masing-masing pengunjung. Jika melebihi waktu tersebut, maka pengunjung harus membayar lebih dari harga yang sudah ditentukan.

Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, saya beraksi dan melangkahkan kaki ke tempat yang menyajikan jejeran makanan, dari salad buah dan sayuran, buah segar, daging-dagingan, makanan olahan daging khas Jepang, sampai sayuran-sayuran, dan lain-lainnya tersaji di atas meja panjang.

Tips yang saya gunakan dalam menyantap di restoran buffet adalah, ambil makanan hanya 1 atau 2 potong saja untuk mencicipi semua yang terhidangkan. Walaupun telah menerapkan hal tersebut, namun tetap saja perut saya tak mampu menampung semua makanan yang ada. Beberapa sajian belum sempat saya nikmati. Tidak seperti teman saya yang sengaja tidak makan apapun sebelum menuju restoran, namun saya tetap sarapan pagi. Dan hasilnya, perut saya sakit lantaran kekenyangan.

Tips lain yang barangkali harus diikuti adalah, jangan mengisi perut dengan makanan berat jika ingin menyantap makanan di restoran dengan konsep all you can eat.

Menyantap makanan di setiap restoran tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan makan di restoran buffet seperti ini menurut saya adalah kita bisa makan sepuasnya dengan banyak pilihan meskipun harus mengeluarkan jumlah uang lebih besar. Hal itu menjadi pantas ketika kita mampu menyantap semua hidangan walau hanya icip-icip. Dan ketika tidak bisa mencoba semua makanan yang ada lantaran terlalu kenyang, namun dengan sensasi makan dengan konsep All You Can Eat bisa jadi pengalaman menarik. Sedangkan kekurangannya, pada saat melahap makanan, kita seperti diburu waktu karena akan menambah biaya. Beberapa kali harus melihat jam tangan supaya tak melebihi waktu makan yang ditentukan, dan itu membuat kita sedikit tak bisa menikmati sajian yang ada di hadapan. 😂😂😂

Bila ujung-ujungnya sakit perut karena kekenyangan dan belum bisa mengatur strategi menyantap makanan dengan konsep restoran prasmanan, maka hadits dan penggalan ayat yang menyebutkan:

Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.”

……… makan dan minumlah, dan jangan berlebihan-lebihhan.”

berlaku untuk kasus ini.