The Hollow Child (2018)

Hutan selalu memiliki misterinya sendiri dalam sebuah film horor. Beberapa film horor yang saya tonton belakangan ini mengambil latar lokasi di hutan. Begitu juga dengan pengambilan gambar film The Hollow Child yang menjadikan misteri dalam film ini berada di tengah hutan.

The Hollow Child merupakan film horor misteri Kanada. Film ini disutradarai oleh Jeremy Lutter dan ditulis oleh Ben Rollo. The Hollow Child rilis di Amerika pada 18 Mei 2018.

The Hollow Child mengisahkan seorang remaja, Samantha atau Sam (Jessica McLeod), yang berjuang “memantaskan” diri untuk menjadi seorang anak yang pantas untuk diadopsi oleh sepasang suami, Garret (John Emmet Tracy), dan istri, Liz (Jana Mitsoula). Mereka memiliki anak perempuan, Olivia (Hannah Cheramy). Sam diadopsi oleh Liz dan Garret karena ia tak lagi memiliki orangtua. Ibunya yang mabuk-mabukkan pergi meninggalkannya dan adiknya. Adik Sam meninggal karena tak bisa bertahan dengan kondisi yang dihadapi sepeninggalan ibunya. Sedangkan Sam ditemukan dalam keadaan mengenaskan.

Pada masa-masa melegalkan pengadopsian Sam oleh Liz dan Garret, ia justru dihadapkan dengan situasi yang sulit. Karena ulahnya yang membiarkan Olivia pulang sendiri ke rumahnya yang melewati hutan dan memiliki misteri 30 tahun, Olivia hilang. Satu-satunya orang  yang harus bertanggung jawab atas hal itu adalah Sam. Semua orang mencari Olivia, namun gadis kecil itu tak ditemukan.

Pada malam hari, tiba-tiba Olivia muncul di hadapan Sam yang sedang tidur di bangku depan rumahnya. Sam, Liz, dan Garret tentunya merasa senang bahwa Olivia telah kembali. Namun sayangnya, gadis itu bukan lagi Olivia sebelumnya. Seseorang yang bernama Alison Marcus (Johannah Newmarch), melihat hal itu pada saat bertemu dengan Olivia. Ia mengatakan:

She’s not like she seems. She is dangerous. (Dia tak seperti kelihatannya. Dia berbahaya).”

Alison adalah seorang wanita yang pernah mengalami hal misteri serupa 30 tahun lalu ketika ia dan adiknya, Janie (Leiken Laverock), sedang bermain petak umpet. Sejak itu ia tak lagi bertemu dengan adiknya. Setelah kejadian tersebut dan diikuti dengan banyak korban, Alison mencari tahu tentang misteri yang ada di hutan tersebut.

Pada mulanya, Sam tak memikirkan kata-kata Alison, wanita yang tak ia kenal. Namun ketika Sam menyaksikan beberapa keanehan Olivia, ia percaya pada Alison dan mencari keberadaan wanita itu. Malang bagi Sam, hanya ia yang selalu melihat perubahan perilaku dan keanehan Olivia. Di depan Liz dan Garret, pada saat Sam melihat sosok yang menunjukkan bukan Olivia yang nampak di depan mereka, Sam mengatakan: “She is a monster.” Dan itu membuat reputasi Sam semakin buruk di mata Liz dan Garret, terutama Garret yang sesungguhnya tak terlalu menyukai Sam.

Pada saat Sam merasa membuat kesalahan yang membuatnya terlihat buruk di mata Liz dan Garret, ia selalu melukai lengan kirinya dengan gunting hingga membuat banyak bekas luka di lengannya. Dua teman yang Sam yang selalu ada untuknya hanya Emily (Genevieve Buechner) dan Logan (Connor Stanhope). Karena mereka sama-sama menyukai Sam.

Alur The Hollow Child maju. Plot cerita film ini cukup jelas. Bagi saya, tak ada bagian-bagian tertentu yang membuat penonton bertanya-tanya tentang dari satu bagian adegan cerita ke adegan cerita lainnya. Jalan ceritanya runut, ringan, dan mudah dipahami.

Memaknai judul film ini, the Hollow Child, dapat diartikan menjadi dua makna. Selain menunjukkan sisi horor yang menjadi misteri dan anak-anak sebagai korbannya, saya melihat bahwa cerita film ini juga menunjukkan tentang tidak bertanggung jawab-nya orangtua (kandung Sam) kepada anak yang ditunjukkan melalui karakter Sam dan Emily. Hal-hal itu memang tidak ditunjukkan dalam bagian cerita film ini, akan tetapi hal tersebut ditunjukkan dengan terbentuknya karakter dan perilaku Sam secara psikologikal dan emosional.

Meskipun karakter utama film ini adalah seorang remaja dan anak, saya pikir film ini tidak diperuntukkan bagi remaja atau pun anak-anak. Barangkali bisa saja film ini ditonton oleh remaja dan anak, namun butuh didampingi orang dewasa. 🙂

Nilai: 4/5