Situ Patenggang, Bandung

Bandung merupakan salah satu kota tujuan wisata masyarakat yang rata-rata tinggal di daerah Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) dan tentunya masyarakat Bandung sendiri. Udaranya yang sejuk dan pemandangan yang indah selalu menjadi daya tarik masyarakat untuk sekadar menyegarkan pikiran tubuh atau berfoto ria atau bersantai menikmati hari dengan keluarga tercinta.

Salah satu kawasan objek wisata yang berlokasi di Bandung bagian selatan adalah Ciwidey. Ciwidey adalah sebuah kecamatan di kabupaten Bandung. Sepanjang jalan berkelok dan menanjak menurun, di daerah ini terdapat beberapa tempat wisata. Diantaranya adalah beberapa pemandingan air panas, Kawah Putih, Kawah Rengganis, Situ Patenggang dan beberapa yang lainnya yang jaraknya tidak berjauhan satu sama lain.

Salah satu objek wisata yang baru-baru ini saya kunjungi di daerah Ciwidey adalah Situ Patenggang. Untuk sampai ke tempat ini, kita melewati beberapa tempat wisata yang saya sebutkan sebelumnya. Sepanjang jalan, kita seperti disuguhkan pemandangan kebun teh yang sangat luas dan indah tertata.

Situ Patenggang adalah danau yang terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut. Danau ini memiliki pemandangan yang sangat asri, eksotis dan udara yang sejuk pastinya. Karena di sekitarnya dikelilingi oleh hamparan kebun teh.

 

 

Di lokasi Situ Patenggang, kita tidak hanya bisa menikmati pemandangan danau yang indah dengan semilir angin yang bertiup lumayan kencang dan sejuk, akan tetapi tempat ini juga menyewakan perahu yang dijalankan dengan mesin dan sepeda air bebek atau bentuk lainnya. Untuk menyewa sepeda air, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000,- per orang selama se-jam. Sedangkan untuk menaiki perahu, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000,- per orang. Dengan menaiki perahu, selain pengunjung dapat menikmati pemandangan indah sekitar danau, pengunjung juga dibawa ke Batu Cinta dan pulau Asmara. Di lokasi ini lah awal mula mitos Situ Patenggang.

Situ Patenggang berasal dari bahasa sunda. Kata Situ berarti danau, sedangkan Kata Patenggang berasal dari kata Peteangan-teangan yang berarti saling mencari. Menurut informasi yang ada di lokasi tersebut, bahwa tempat itu mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka saling mencintai dan harus berpisah sekian lama. Karena cinta mereka yang sangat mendalam, mereka saling mencari satu sama lain. Dan bertemu lah mereka di suatu tempat yang disebut dengan Batu Cinta. Kemudian Dewi Rengganis meminta untuk dibuatkan sebuah danau dan perahu untuk berlayar bersama.

Perahu ini lah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati. Pulau itu disebut pulau Asmara. Konon katanya, yang singgah di Batu Cinta dan mengelilingi pulau Asmara akan senantiasa mendapatkan cinta yang abadi seperti Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Bagi kamu yang sangat menyukai alam dengan udara sangat sejuk, tempat wisata ini bisa menjadi tempat liburan yang layak untuk dikunjungi.

 

Catatan:

  • Tiket masuk (tahun 2018) Rp. 20.000,- per orang dan Rp. 5.000,- untuk biaya parkir mobil.
  • Bagi yang tidak terbiasa dengan perjalanan yang berliku-liku dan naik turun, sebaiknya membawa obat-obattan untuk mencegah mual, atau tidur sepanjang jalan jika rela melewatkan pemandangan indah.
  • Bagi yang tidak kuat dengan udara dingin atau mudah masuk angin, sebaiknya membawa jaket atau sweater.