Taman Limo

Tingginya mobilitas kota, kepenatan, media sosial adalah beberapa hal yang membuat “menjamur”nya taman wisata di hampir setiap kota di Indonesia. Beberapa tahun belakangan, di kota-kota besar di Indonesia banyak sekali dibuat taman-taman wisata yang memberikan suasana alam, sejuk, edukatif, ramah lingkungan dan keluarga, dan yang paling penting adalah instagramable alias gambar-gambar yang bisa dipamerkan di media sosial Instagram.

Bekasi merupakan salah satu kota yang mulai membangun tempat wisata atau masih dalam hitungan taman yang bisa dijangkau dan dinikmati oleh penduduknya.

Taman yang baru-baru ini saya kunjungi, yang katanya lagi nge-hits yang berada di kampung Cibarengkok, jalan Cikedokan Jatiwangi, Cikarang Barat, adalah Taman Limo.

Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang teman yang membawa saya ke taman ini, bahwa Taman Limo sudah ada sekitar empat tahun lalu. Awalnya taman ini dibuat oleh Lurah setempat untuk hiburan warga sekitar. Namun seiring berjalannya waktu, tempat ini terus berkembang dan melebarkan lahan menjadi sangat luas dan dapat membantu mensejahterakan perekonomian warga setempat yang berjualan di area taman.

Disebut Taman Limo karena di lahan utama atau depan taman ini diisi oleh pohon-pohon jeruk limo. Dan masuk lebih dalam, pengunjung disuguhkan kolam-kolam ikan, area bermain, flying fox, sepeda air (bebek-bebekkan), dan hiburan anak dan keluarga.

Untuk tiket masuk ke Taman Limo, pengunjung tidak dikenakan biaya sepeserpun alias gratis, hanya membayar biaya parkir bagi yang membawa kendaraan motor atau mobil.

Di area taman ini, anak-anak bisa bermain di playground atau memberi makan ikan lele dan emas yang terdapat di bawah saung-saung. Untuk memberi makan ikan-ikan tersebut, pengunjung bisa membeli pakan ikan di salah satu saung yang menjual pakan tersebut.

Pada saat memberi makan ikan, bukan hanya anak-anak sangat menyukai kegiatan ini, saya pun, orang dewasa sangat menikmatinya ketika menyaksikan ikan yang datang dengan cepat berebut melahap makanan yang ditabur di atas kolam.

 

 

Dengan konsep saung-saung dan jembatan jalan yang terbuat dari bambu yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain, taman ini cocok sekali untuk piknik keluarga atau kumpul bersama teman-teman. Selain tidak terlalu menguras banyak isi dompet, taman ini juga bisa menjadi tempat pelepas penat atau sekadar untuk menjauh dari rutinitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *