Errementari: The Blacksmith and the Devil (2017)

Errementari: The Blacksmith and the Devil merupakan film drama horor fantasi Spanyol. Judul asli film ini adalah Errementari yang artinya pandai besi, dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Spanyol Basque. Film original Netflix ini disutradarai oleh Paul Urkijo Alijo dan ditulis oleh Paul Urkijo Alijo dan Asier Guerricaechevarría. Errementari dibintangi oleh Kandido Uranga, Eneko Sagardoy, Uma Bracaglia, dan beberapa pemain pendukung lainnya.

Cerita Errementari diangkat dari cerita rakyat Basque yang berjudul Patxi Herrementaria yang dikoleksi oleh pendeta, arkeologis, dan antropologis Jose de Barandiarán tahun 1845.

Seorang pandai besi, Patxi (Kandido Uranga), yang dianggap sebagai seorang yang paling keji yang suka membunuh dan menculik anak kecil yang hidup seorang diri. Ia tinggal di sebuah rumah di sekitar hutan. Bagian luar rumah tersebut dikelilingi dengan paku-paku, banyak tanda salib, dan jebakan dimana-mana.

Seorang anak kecil, Usue (Uma Bracaglia), sedang bermain di hutan pada saat misa sedang berlangsung. Ia tak percaya dengan neraka seperti yang dikatakan oleh pendeta, oleh sebab itu memilih bermain sendirian dengan bonekanya. Kemudian datang seorang anak laki-laki, Benito (Aitor Urcelai), yang juga seumuran dengannya berujar dan bersikap kasar karena Usue tak mengikuti misa. Mereka bertengkar dan Benito mematahkan boneka Usue kemudian membuangnya ke dalam rumah Patxi si pandai besi.

Usue mencari patahan bonekanya ke dalam rumah Patxi. Sementara itu orang-orang kampung yang merasa keberadaan Patxi sangat membahayakan dan mengira bahwa Usue telah ia culik, dipimpin oleh Santi (Josean Bengoetcea) orang-orang kampung menuju ke rumah Patxi untuk menangkapnya.

Ketika berhasil masuk ke dalam rumah Patxi, orang-orang kampung mengira bahwa Patxi memiliki emas yang disimpan di dalam rumahnya. Bukan emas yang Patxi miliki, melainkan perwujudan iblis yang disebut Sartael (Eneko Sagardoy) yang ia kurung di sangkar besar yang menggantung.

Cerita Errementari berlatar waktu tahun 1935 pada saat perang Carlist pertama Araba di negeri Basque. Kemudian maju delapan tahun kemudian. Ide cerita film ini mengangkat konsep neraka dan iblis atau setan, juga simbol keagamaan (salib dan pendeta). Di akhir cerita disajikan ilustrasi kehidupan di alam neraka versi film ini.

Terdapat satu dialog antara iblis Sartael dan Usue yang polos yang sangat ingin bertemu dengan ibunya yang menurut orang-orang dan ceramah pendeta bahwa ibunya sedang berada di neraka akibat gantung diri. Dialog tentang konsep iblis dan neraka ini menarik bagi saya.

Usue: “Apakah kamu bertemu dengan ibuku di neraka?”

Sartael: “Ada banyak jiwa di neraka. Bagaimana kau tahu ibumu ada di neraka? Apa dia jahat padamu?”

Usue: “Aku tak pernah mengenalnya. Dia bunuh diri setelah aku lahir.”

Sartael: “Oh! Maka kau bisa pastikan dia terpanggang di sana.”

Ursue: “Apa tak mungkin mengeluarkannya?”

Sartael: “Mengeluarkannya? Dari neraka? Gadis kecil kau lucu sekali. Tak ada yang bisa lolos dari neraka.”

Ursue: “Kenapa tidak?”

Sartael: “Karena kau menghukum dirimu sendiri selagi masih hidup. Kau harus lihat barisan jiwa tersesat, terseret karena rasa bersalah mereka, tanpa ada yang memaksa mereka, menunggu masuk ke neraka. Setelah mereka melalui gerbang itu, tak akan bisa kembali lagi. Keadaannya seperti itu dan tak bisa diubah. Takdir seseorang sudah ditulis.”

Kemudian Patxi datang dan mengatakan,

Patxi:“Dia berbohong. Dia selalu berbohong.”

Melalui beberapa adegan dan dialog iblis Sartael, cerita film ini menyuguhkan gambaran setan yang selalu merayu, membujuk, dan membisikkan hal-hal buruk yang akan menghancurkan dan memecah belah manusia.

Nilai: 4/5