Pihu (2018)

Apa jadinya jika anak kecil berusia dua tahun “terjebak” di dalam rumahnya dengan ibu yang tak lagi bernyawa?

Pihu merupakan film drama thriller India yang diangkat dari kisah nyata. Film yang berdurasi selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit ini disutradarai dan ditulis oleh Vinod Kapri. Pihu rilis premier di International Film Festival of India pada November tahun 2017 dan memenangkan beberapa penghargaan. Kemudian rilis di bioskop India pada 16 November 2018 dan di Indonesia pada 23 November 2018. Pihu dibintangi oleh Pihu Myra Vishwakarma sebagai tokoh utama film ini.

Kisah Pihu dimulai setelah perayaan ulang tahun Pihu (Pihu Myra Vishwakarma) yang ke-dua tahun. Ayah Pihu, Mr. Gaurav, harus pergi ke Kolkata.  Setelah itu, cerita dimulai dengan Pihu bersama ibunya Puja Gupta Chaudry (Prerna Vishkarma) yang sudah tergelatak di atas ranjang layaknya orang tidur.

Pihu membangunkan ibunya berkali-kali, akan tetapi sang ibu tak kunjung bangun. Pihu menyenggol sebuah botol pil obat dari atas meja hingga pil-pil itu berserakan diatas lantai. Pihu yang tak tahu apa-apa tak menggubris hal itu. Ia mencari sendiri apa yang ia butuhkan. Dan akan menangis jika ia tak mampu menggapainya meskipun ia sudah berusaha.

Telepon ibunya berdering berkali-kali, namun Pihu tak bisa menjangkaunya karena posisi telepon berada di rak buku. Dengan akalnya, Pihu mengambil sebuah bangku dari lantai bawah rumahnya, namun sayangnya ia tetap tak mampu menjangkaunya dengan baik hingga telepon seluler itu jatuh ke bawah pojok lemari. Pihu berusaha menjangkau telepon tersebut, namun tangan pendeknya tak mampu menjangkaunya dan hanya terdengar suara ayahnya yang sedang marah-marah yang ditujukan kepada ibunya.

Dengan perilaku polos anak usia 2 tahun, Pihu menganggap ibunya sedang tidur. Beberapa kali ia membangunkan ibunya ketika ia ingin sesuatu, namun hasilnya tetap nihil. Akan tetapi ia masih tetap mampu menikmati dunianya sendiri, dunia anak usia 2 tahun.

Menyaksikan rangkaian cerita film Pihu, menurut saya film ini bisa dikategorikan film horor. Akan tetapi bukan horor dalam arti kata yang sebenarnya. Bagaimana tidak, selama menyaksikan film ini penonton disajikan beberapa adegan mendebarkan yang terjadi pada anak dua tahun yang berada sendirian di rumah dengan setrika yang listriknya masih tersambung, menyalakan semua kompor dan microwave pada saat ia ingin makan, tidak bisa mematikan keran yang tak dapat ia jangkau meski sudah menggunakan alat bantu, dan naik ke pagar balkon apartemennya karena bonekanya jatuh.

Kisah Pihu bukan hanya memberikan rasa mendebarkan pada saat menyaksikan jalinan ceritanya, akan tetapi juga memilukan, menyedihkan, dan menyayat hati.

Nilai: ∗∗∗∗4/5