Captain Marvel (2019)

Barangkali salah satu film Marvel yang ditunggu-tunggu tahun ini adalah film Captain Marvel. Saya bukan pecinta film Marvel, akan tetapi alasan yang menarik saya untuk menonton film ini adalah karakter utama wanita dalam Captain Marvel, yep Brie Larson, peraih penghargaan Academy Awards untuk akttak terbaik tahun 2015.

Captain Marvel merupakan film laga, petualangan, aksi-ilmiah Amerika. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Anna Boden dan Ryan Fleck. Captain Marvel dibintangi oleh Brie Larson, Samuel L. Jackson, Jude Law, Ben Mendelsohn, Lashana Lynch, Annette Bening, Gemma Chan, dan masih banyak lagi.

Captain Marvel rilis di Amerika Serikat dan seluruh dunia (termasuk Indonesia) pada 8 Maret 2019, hari ini pada saat tulisan ini dipublikasikan.

Captain Marvel mengisahkan seorang pilot angkatan udara wanita, Carol Danvers (Brie Larson), yang memiliki kekuatan listrik akan tetapi ia sendiri tak ingat siapa dirinya sebelum menjadi ras alien.

Tinggal diperadaban Kree, Carol Danvers yang sedang belajar melatih fokus dan emosionalnya dalam mengendalikan kekuatannya dilatih oleh Yon-Rogg (Jude Law) yang memanggilnya Vers.

Tempat mereka tinggal diserang oleh makhluk alien lainnya, Talos (Ben Mendelsohn), dan anak buahnya. Mereka berhasil mengalahkan Vers dan membawanya ke tempat mereka untuk dipaksa mengingat semua hal tentang Dr. Lawson. Karena dari ingatan tersebut Talos ingin mendapatkan mesin kecepatan cahaya.

Berusaha keras melawan ‘jeratan’ Talos, Vers berhasil melepaskan diri hingga membuatnya dan Talos juga anak buahnya turun ke bumi atau mereka sebut planet C-53.

Pendaratan Vers di suatu tempat membuat polisi dan S.H.I.E.L.D turun tangan karena membuat tempat tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satu agen S.H.I.E.L.D, Nicholas Fury atau Fury (Samuel Jackson) menangani kasus tersebut.

Alur cerita Captain Marvel maju mundur. Rangkaian cerita film ini tipikal film Marvel. Tidak terlalu ringan tidak juga terlalu berat. Tidak bagus sekali atau tidak jelek jjuga. Ada kejutan di pertengahan cerita yang membuat film ini memiliki plot twist.

Mengenai visual efek, untuk ukuran film Marvel tak perlu diragukan lagi. Satu ikon menggemaskan mengisi cerita film ini. Yaitu Goose si kucing lucu nan menggemaskan.

Layakkah film ini  untuk ditonton? Tentu layak. Karena banyak keseruan, kelucuan, dan aksi-aski laga yang cukup menghibur penonton.

Dan, bagi saya sebagai seorang perempuan, selalu menyenangkan menyaksikan film superhero perempuan yang berani dan tangguh (nggak pake seksi alias menonjolkan salah satu bagian tubuhnya). Secara psikologis, karakter tersebut mampu memberikan kekuatan dan ketangguhannya. 😁😂🤣

Berbeda dari karakter-karakter di film sebelumnya, Room (2015) dan Basmati Blues (2017), menyaksikan Brie Larson bermain dalam film laga ini cukup menyenangkan meskipun khas Brie Larson masih melekat dalam karakter Carol Danvers atau Vers.

Nilai: ⭐⭐⭐⭐/5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *