Brightburn (2019)

Biasanya, karakter superhero yang kita tonton selalu memilki sifat baik dan suka menolong, namun tidak dengan ide cerita yang diangkat dalam film Brightburn.

Adegan awal cerita film Brightburn hampir mirip dengan awal mula cerita superhero Superman.

Sepasang suami istri, Kyle Breyer (David Denman) dan Tori Breyer (Elizabeth Banks), sangat menginginkan seorang anak, akan tetapi tak jua kunjung datang. Dan keinginan mereka tiba-tiba terkabul ketika sesuatu seperti meteor jatuh ke ladang milik mereka. Dan sebuah bayi yang mereka beri nama Brandon Breyer (Jackson A. Dunn) berada di ladang tersebut.

Brandon tumbuh menjadi anak laki-laki pada umumnya, terlihat cerdas akan tetapi sangat pendiam dan sedikit pemalu. Hingga di usia 12 tahun, ia merasa bahwa dirinya berbeda dengan anak seusianya dan menyadari bahwa ia memiliki kekuatan superior yang tak dimiliki oleh orang lain, kekuatan layaknya Superman.

Alih-alih menggunakan kekuatan tersebut untuk hal baik, justru kekuatan yang dimiliki Brandon digunakan untuk menyakiti dan menghabisi banyak orang.

Di awal cerita saya sempat kecele dengan baris kalimat salah satu teman perempuan Brandon yang mengatakan,

Don’t worry, smart guys always end up ruling the earth.”

setelah Brandon mampu menjawab dengan sempurna pertanyaan gurunya. Sementara beberapa temannya nampak tak suka dengan kepintaran Brandon.

Dari baris kalimat tersebut saya pikir karakter Brandon adalah anak laki-laki yang cerdas dan mampu melakukan hal-hal baik untuk orang-orang di sekitarnya. Namun pada saat menyaksikan babak demi babak, justru karakter Brandon ditunjukkan sebaliknya.

Dengan kostum dan kekuatan seperti Superman namun dengan karakter yang sebaliknya, ide cerita yang diangkat dalam film ini cukup unik dan memberi sentuhan baru untuk film yang bergenre superhero dan horor. Ya walaupun sisi superhero nya hanya sebatas kostum dan kekuatan saja, sedangkan sisi horornya lebih dominan dimunculkan.

Bagi saya, tidak ada adegan jumpscare dalam cerita dari film yang dibesut oleh David Yarovesky dan ditulis oleh Brian Gunn dan Mark Gunn ini. Akan tetapi beberapa adegan cukup membuat saya menutup mata karena tidak memiliki keberanian melihat efek dari sadisnya perbuatan Brandon Breyer.

Meskipun cerita berpusat pada karakter Brandon Breyer yang masih berusia 12 tahun, namun dengan adegan-adegan sadis yang disajikan, tentu film yang berdurasi selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit ini bukan untuk anak-anak atau pun remaja.

Nilai dari saya untuk film Brightburn, ⭐⭐⭐/5