Puasa Ramadhan dan Kenangan Masa Kecil

Puasa di bulan ramadhan merupakan rukun islam yang keempat yang wajib dijalankan oleh umat Muslim di belahan dunia.

Makna puasa adalah menahan dari sesuatu. Syarat sahnya puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkannya yang disertai niat yang dilakukan dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Umat Muslim di seluruh dunia menyambut suka cita terhadap datangnya bulan Ramadhan meskipun dengan waktu puasa yang berbeda-beda. Di beberapa negara di Eropa dan Amerika harus menjalankan waktu puasa lebih panjang daripada di negara Asia apabila bertepatan dengan musim panas.

Saya merasa bersyukur tinggal di Indonesia yang negaranya berada di garis khatulistiwa dan hanya mempunyai dua musim. Lamanya waktu berpuasa selalu sama, kurang lebih selama 13 jam.

Bukan hanya lamanya waktu berpuasa yang selalu sama, tapi kenangan puasa di masa kecil saya lewati dengan banyak kegiatan yang mungkin tak dialami oleh anak-anak zaman sekarang di Indonesia atau belahan dunia manapun.

Tahun 80an-90an, di sekitar rumah saya masih banyak pepohonan dan belum banyak rumah kontrakan atau pendatang seperti sekarang ini. Tiap setelah subuh, saya bersama sepupu-sepupu, bibi, juga nenek saya selalu keluar rumah berjalan kaki mencari kembang duren. Hasil yang kami dapatkan akan diolah menjadi oseng masakan yang nikmat. Sayangnya beberapa tahun kemudian, pohon-pohon itu sudah ditebang dan berubah menjadi bangunan rumah.

Bila setelah subuh mencari kembang duren, setelah menunaikan solat tarawih kami sebagai anak Sekolah Dasar selalu mendapat tugas dari guru agama untuk menulis isi ceramah dan mendapatkan tanda tangan sang penceramah di buku khusus ramadhan.

Meskipun melakukan solat masih belum khusuk saat itu, tapi mendengarkan ceramah tak pernah terlewatkan demi untuk mengisi kolom kosong di tiap halaman buku ramadhan. Dan momen yang tak terlupakan adalah ketika solat tarawih usai, anak-anak langsung beranjak dari duduknya lalu berlari berebut meminta tanda tangan sang penceramah layaknya seorang penggemar meminta tanda tangan kepada artis favorit. Tanda tangan tersebut sebagai bukti bahwa tiap malam kami melaksanakan solat tarawih.

Tugas mengisi buku ramadhan masih berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya. Namun entahlah apakah itu masih berlanjut beberapa tahun belakangan.

Ramadhan tahun (2020) ini, dunia tengah menghadapai wabah virus Corona atau Covid 19. Suasana malam tarawih di bulan ramadhan ini tidak sama seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya. Ramadhan kali ini terasa sangat sepi. Meskipun tak terasa kuat atmosfer puasa ramadhan tahun ini, namun tak mengurangi kekhusyu’an ibadah puasa.

Barangkali, hikmah dari pandemi ini, ibadah puasa dan ibadah lainnya menjadi lebih fokus karena tak ada godaan keduniawian yang biasa dilakukan karena tempat-tempat hiburan ditutup.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua dan dipertemukan kembali pada ramadhan berikutnya dengan keadaan yang lebih baik. Aamiin Yaa robbal ‘alamiin.