The Half of It (2020)

Love is simply the name for desire and pursuit of the whole.” – Plato, The Symposium –

In love, one always starts by deceiving oneself, and ends by deceiving others.” – Oscar Wilde –

Film The Half of It dibuka dengan dua kutipan kalimat diatas. Terlihat jelas bahwa film ini mengangkat tema cinta di dalamnya. Namun bukan hanya itu, cerita film drama komedi ini juga mengeksplorasi tentang persahabatan dan pencarian jati diri.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Alice Wu ini mengisahkan seorang remaja keturunan Tiongkok, Ellie Chu (Leah Lewis), yang introvert akan tetapi cerdas secara akademis hingga membuka jasa penulisan essay teman sekelasnya dengan harga yang murah. Tidak tanpa alasan ia melakukan hal itu. Untuk tetap hidup, ia harus membiayai kebutuhan sehari-hari dan ayahnya, Edwin Chu (Colllin Chou), yang sulit mendapatkan pekerjaan karena kendala bahasa meskipun ia seorang insinyur.

Bukan hanya teman sekelas Ellie yang meminta bantuannya membuatkan essay, seorang remaja laki-laki, Paul Munsky (Daniel Diemer), meminta bantuannya untuk menulis surat cinta untuk seorang remaja perempuan yang ia taksir yang juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Ellie, Aster Flores (Alexxis Lemire). Paul meminta Ellie karena ia tak tahu bagaimana mengutarakan kata-kata dan perasaannya Kepada Aster.

Awalnya, Ellie menolak, karena ia sendiri belum pernah jatuh cinta atau pun merasakan cinta. Namun ketika Paul berani membayar tarif yang lebih tinggi dari biasanya, Ellie menyetujui permintaan itu karena ia sedang membutuhkan uang untuk biaya listrik rumahnya. Dari titik ini, cerita The Half of It dimulai.

The Half of It mengangkat isu tentang masalah perundungan, rasisme, kaum minoritas, dan LGBT. Rangkaian cerita dalam film ini mengeksplorasi kehidupan remaja mulai dari persahabatan, percintaan, dan pencarian jati diri.

Cerita The Half of It sangat mudah untuk dinikmati. Konfliknya pun terbilang ringan. Meskipun cerita film ini mengingatkan saya pada beberapa film remaja dengan cerita yang hampir sama, namun akhir dari cerita yang berlokasi di kota fiksi Squahamish ini memiliki ending yang tak bisa ditebak.

Kemistri yang dibangun dari karakter Ellie Chu dan Paul Munsky sangat erat dan unik. Dari pertemanan mereka yang awalnya bersifat transaksional lalu berkembang menjadi persahabatan dan jatuh cinta. Dinamika emosi mereka yang naik turun mampu menggunggah perasaan penonton.

Karakter Ellie Chu sangat jelas digambarkan dalam film ini merupakan sosok remaja cerdas, kutu buku, pendiam, tak memiliki teman, kaku, kikuk, dingin, dan gaya berpakaian tidak seperti remaja perempuan pada umummnya. Dalam satu narasi (over voice), ia mengatakan:

The good thing about different is no one expects you to be like them.

Tentang cinta Ellie Chu menyampaikan:

Love is messy and horrible and selfish and bold.”

The Half of It rilis pada di Netflix pada 1 Mei 2020. Film yang berdurasi selama satu jam tiga puluh empat menit ini memenangkan penghargaan untuk Best Narrative Feature di Tribeca Film Festival.