Artemis Fowl (2020)

Menonton film Disney bisa jadi pilihan untuk mengisi waktu luang selama pandemi. Salah satunya adalah film Artemis Fowl. Film yang disutradarai oleh Kenneth Branagh ini diangkat dari buku seri terlaris yang ditulis oleh penulis Irlandia Eoin Colfer.

Membaca dari beberapa ulasan yang menuliskan kekecewaan penonton atau pun pecinta buku seri tersebut karena cerita di buku dan film berbeda, namun dalam tulisan ini saya tidak akan membahas hal itu. Tahu tentang buku Artemis Fowl saja tidak, apalagi membacanya. Jadi tulisan ini murni tentang cerita Artemis Fowl yang saya tonton.

Artemis Fowl mengisahkan seorang anak laki-laki 12 tahun, Artemis Fowl (Ferdia Shaw), yang harus menyelematkan ayahnya, Artemis Fowl Sr. (Colin Farrell), yang ditawan oleh sosok yang memakai hoodie, Opal Koboi (Hong Chau), yang tidak diperlihatkan wajahnya. Ia meminta Artemis Fowl untuk memberikan Aculos jika ingin ayahnya selamat. Aculos adalah sebuah benda yang menjadi sumber daya terbesar para peri.

Artemis Fowl adalah remaja yang jenius.

Don’t underestimate this kid.”

Itu yang dikatakan oleh kurcaci berbadan besar, dwarf Mulch Diggums (Josh Gad), yang juga menjadi narator dari cerita film ini.

Artemis Fowl memiliki waktu 3 hari untuk menebus ayahnya dengan Aculos. Ia dibantu oleh pelayan setia sekaligus bodyguard-nya, Domovoi Butler atau Dom (Nonso Anozie) dan keponakan perempuannya sekaligus teman baiknya Artemis, Juliet Butler (Tamara Smart), untuk mencari keberadaan benda tersebut.

Jauh dari permukaan bumi terdapat dunia peri yang bernama Haven City. Kota itu dikomandani oleh Julius Root (Judi Dench). Ia juga memerintahkan salah satu anak buahnya, Officer Holy Short (Lara McDonnell), untuk menyelediki keberadaan Aculos yang hilang, dan faktanya bahwa ayah Holly Short yang telah mencuri Aculos dan dibunuh.

Pada saat sedang menjalankan menjalankan tugasnya, Holly malah ditangkap oleh Artemis dan Dom karena mereka pikir ia dan para sekutu peri memiliki Aculos tersebut. Dimulai lah negosiasi yang sengit antara manusia jenius dengan pasukan peri yang memiliki kekuatan luar biasa.

Penonton yang sering menoton film-film Disney akan mengerti alur cerita yang disajikan dalam tiap filmnya. Disney selalu memiliki kekhasan dalam tiap penyajiannya. Seperti halnya ketika kita menonton film Artmeis Fowl, baik dari sisi cerita maupun efek visual. Mata akan dimanjakan dengan efek visual yang sudah tak diragukan lagi.

Melihat karakter utama dalam film ini, bagi saya Artemis Fowl yang digambarkan anak jenius dan berbakat, namun justru karakter Holly Short lebih menonjol daripada Artemis Fowl.

Satu karakter yang menarik menurut saya adalah karakter Mulch Diggums yang dimainkan oleh Josh Gad. Mulch Diggums menjadi penghidup film ini. Karakter tersebut menunjukkan sosok yang serius dan lucu dalam waktu bersamaan. Sosok Josh Gad yang lucu seperti masuk ke dalam tokoh Mulch Diggums.

Dengan cerita dan konflik yang sederhana, Artemis Fowl merupakan film yang bisa ditonton untuk keluarga. Film ini rencananya rilis di bioskop pada 21 Juni 2020. Namun karena pandemi, film ini tayang dalam bentuk digital.