Abe (2020)

Bila musik mampu menyatukan semua orang, apakah makanan juga mampu menyatukan semua orang yang berbeda agama dan budaya menjadi satu dalam satu momen? Hal itu menjadikan pernyataan sekaligus pertanyaan besar dalam film Abe.

Abe mengisahkan seorang anak laki-laki 12 tahun, Avraham atau Ibarahim atau Abe (Noah Schnapp), yang memiliki keluarga multikultural yang selalu berselisih paham dan membuat Abe harus selalu menyaksikan perselisihan antara ayahnya yang keturunan Palestina Muslim, Amir (Arian Moayed), dan ibunya yang seorang Israel Yahudi, Rebecca (Dagmara Dominczyk). Tidak hanya itu, perselisihan pun selalu terjadi di meja makan ketika kakek nenek Abe berkumpul dalam suatu momen. Sedangkan Abe sendiri lahir dan besar di Brooklyn, Amerika.

Di hari ulang tahunnya yang ke-12, untuk bersikap adil, bahkan Abe membuat 3 kue ulang tahun yang ia buat sendiri sendiri untuk menghormati agama orangtua dan kedua kakek neneknya. Sayangnya, usahanya tak berhasil. Kecintaannya pada dunia memasak membuat Abe mencari akal untuk membuat mereka menyatu dalam sebuah perbedaan tanpa ada perselihan.

Cerita Abe mengangkat tema tentang krisis identitas. Konflik tidak hanya muncul di benak Abe, namun juga di dua keluarga. Sebagai seorang anak, ia dihadapkan pada banyak pilihan yang pada akhirnya ia tak bisa memilih satu pun dari pilihan-pilihan itu.

Meskipun cerita Abe tergolong ringan, akan tetapi film ini memiliki narasi yang sedikit berat, yaitu mengenai agama. Namun hal itu menjadi menarik untuk ditonton bagi saya.

Film Abe diproduksi pada tahun 2019. Akan tetapi baru rilis di Amerika Serikat pada 17 April 2020. Film yang berdurasi selama kurang lebih satu jam dua puluh lima menit ini disutradarai oleh Fernando Grostein Andrade dan ditulis oleh Fernando Grostein Andrade dan Lameece Isaaq.

Film Abe bisa jadi rekomendasi film yang bisa ditonton oleh seluruh keluarga.