Books of Blood (2020)

Dari judulnya, film ini nampak menyeramkan. Namun apakah ceritanya semenyeramkan itu atau judul tersebut hanya sebuah diksi?

Books of Blood merupakan film TV drama horor misteri yang diangkat dari buku seri cerita pendek yang paling berpengaruh di tahun 1980an. Film yang rilis pada 7 Oktober 2020 di saluran Hulu ini disutradarai oleh Brannon Braga, ditulis oleh Adam Simon dan Brannon Braga.

Terdapat tiga cerita dalam Books of Blood. Cerita diawali pembunuhan seseorang di perpustakaan karena pencarian sebuah buku. Cerita kedua menceritakan seorang gadis, Jenna (Britt Robertson), yang memiliki penyakit Misophonia atau sensitif terhadap suara dan kebisingan apapun. Ketika ia tahu bahwa obat yang diberikan oleh orangtuanya membuatnya semakin sensitif terhadap apapun yang terjadi di sekitarnya, ia memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi obat dan memilih melarikan diri dari rumah. Mencari sewa tempat tinggal di B&B, Jenna mendapatkan sepasang suami istri, Sam (Nicholas Campbell) dan Ellie (Freda Foh Shen), pemilik rumah sewa yang nampak baik dan perhatian akan tetapi menyimpan banyak rahasia yang mengerikan di dalam rumahnya. Cerita yang terakhir dalam Books of Blood mengisahkan seorang mahasiswa, Simon (Ravi Gavron) yang mengaku memiliki kemampuan mampu berbicara dengan orang yang sudah meninggal dan hal itu ia tunjukkan pada dosen perempuannya, Mary (Anna Friel) yang kehilangan anak laki-lakinya, Miles (Etienne Kellici) yang meninggal karena Leukimia.

Tiga bagian cerita yang disajikan dalam Books of Blood bukan cerita yang ringan tetapi bukan juga cerita yang berat. Barangkali tepatnya lebih kepada cerita yang sedikit blurry. Menghubungkan cerita dengan judulnya, beberapa cerita mengandung arti kiasan, sedangkan yang lainnya bermakna arti sebenarnya.

Adegan horor yang disuguhkan dalam Books of Blood cukup membuat penonton bergidik, baik dari efek suara maupun aksi mengerikan yang ada dalam film ini.

Perubahan warna dan cuaca yang ditampilkan dalam tiga bagian film yang berdurasi selama satu jam empat puluh menit ini mampu menciptakan suasana horor yang berbeda dari satu cerita ke cerita lainnya. Penonton seperti dibawa ke dalam tiga dunia yang berbeda.

Bagi teman-teman yang menyukai film horor misteri dengan aksi thriller yang kejam dengan visual yang mengerikan, film ini bisa jadi rekomendasi film yang bisa teman-teman tonton. Namun bagi teman-teman yang tidak menyukai aksi thriller yang berlebihan, Books of Blood bukan film yang tepat untuk ditonton.