Exit (2020)

Ketika orang meninggal bisa dihidupkan kembali melalui digital adalah tema yang diangkat dalm film Exit.

Exit merupakan film TV Jerman. Film bergenre drama, misteri, fiksi ilmiah ini disutradarai oleh Sebastian Marka dan ditulis oleh Erol Yesilkaya.

Exit mengisahkan tentang sebuah alat digital atau produk yang bernama Infinitalk yang dapat menghidupkan orang yang sudah meninggal dengan kecanggihan digitalnya. Dengan mengembangkan AI (Artificial Intelligence) yang dikembangkan oleh Linus (Friedrich Mücke), Bahl (Aram Tafreshian), Malik (Jan Krauter, dan Luca (Laura de Boer), mereka mampu melakukan itu.

Seorang pengusaha Jepang, Linden Li (David Tse), menawarkan untuk membeli Infinitalk. Linus, Bahl, Malik menyetujui untuk menjual itu pada Li, namun tidak dengan Luca. Linus, sebagai tunangan Luca, pun ikut ragu. Konflik pun terjadi ketika mereka harus segera memutuskan dan menandatangani kontrak.

Rangkaian cerita Exit bisa dibilang agak berat bisa juga dibilang cukup ringan dengan konflik yang ada. Yang membuat film ini agak berat adalah memahami jalan ceritanya yang memiliki alur maju mundur hingga membuat bingung penonton.

Latar waktu dalam cerita Exit terjadi pada 2047. Elemen yang menjadi bagian dari film ini dalam bentuk digital. Hal tersebut merupakan sesuatu yang keren, namun untuk beberapa hal justru membuat jalan ceritanya membingungkan.

Bila orang yang sudah meninggal kemudian menjadi hantu, itu hal lumrah yang sudah sering terjadi. Namun jika orang yang sudah meninggal kemudian muncul dalam bentuk digital atau hologram, otak ini rasanya butuh waktu untuk mencernanya.