Ghostbuser: Misteri Desa Penari (2021)

Sejujurnya, pada saat memutuskan untuk menonton film ini saya tertarik karena melihat poster dan judulnya yang saya pikir adalah Ghostbusters dan cerita mistis yang pernah viral di jagat maya. Namun ketika dibaca lebih jelas bukan Ghostbusters melainkan Ghostbuser.

Apa sih terlintas yang terlintas di benak teman-teman ketika mendengar kata ghostbusters? Yap pastinya adalah pemburu hantu atau penangkap hantu, karena film tentang pemburu hantu ini bisa dibilang sudah dikenal luas.

Melihat dari judulnya, cerita film Ghostbuser: Misteri Desa Penari ini tak jauh berbeda dengan Ghostbusters, yakni memburu hantu. Namun pastinya cerita diisi dengan hantu khas lokal Indonesia.

Film Ghostbuser: Misteri Desa Penari disutradarai oleh Girry Pratama dan Tora Sudiro yang juga menjadi pemain utama dalam film ini. Film yang bergenre horor komedi ini mengisahkan tentang Sigit (Tora Sudiro) seorang fotografer yang kariernya stuck. Bahkan untuk membayar kos saja ia menunggak selama berbulan-bulan.

Sigit memiliki kemampauan supernatural yakni bisa melihat hantu, akan tetapi tidak dapat berkomunikasi dengan mereka. Sampai di satu malam ia melihat seorang ibu yang bernama Ningsih (Niniek L. Karim dan Annette Edoarda) tertabrak mobil dan tewas di tempat. Melihat kejadian tersebut, Sigit mampu berkomunikasi dengan hantu Ningsih, hanya dengan Ningsih tidak dengan hantu lain.

Teman kos Sigit menyarankannya untuk menggunakan kemampuannya untuk membuka jasa pengusir hantu. Sigit mencoba melakukan saran tersebut, dan ia mengajak temannya Genjing (Gary Iskak) dan Alexandra (Wulan Guritno) yang juga memiliki kemampuan dapat melihat hantu. Dibantu dengan Ningsih untuk berkomunikasi dengan hantu lain, mereka berhasil viral dan kebanjiran job, dan salah satunya adalah seorang hantu yang meminta istrinya yang juga hantu untuk dikeluarkan dari rumahnya yang besar untuk mereka bisa dipertemukan kembali.

Film yang berdurasi selama kurang lebih satu jam dua puluh lima menit ini sebenarnya memiliki premis yang menarik, sayangnya bagian-bagian cerita yang ada di dalamnya tidak dikembangkan dengan baik.

Selain itu, judul film ini dirasa kurang tepat atau tidak sepenuhnya nyambung dengan cerita. Inti cerita Ghostbuser: Misteri Desa Penari tidak sesuai dengan judul. Barangkali hal tersebut untuk menarik atensi penonton dengan memberi judul kisah mistis desa penari yang pernah viral, dan itu terbukti berhasil karena saya dibuat penasaran hingga menonton film ini.

Mengenai genre horor komedi, kedua unsur tersebut tentunya disajikan dalam cerita Ghostbuser: Misteri Desa Penari. Namun sayangnya baik horornya maupun komedinya disajikan kurang greget.

Elemen horor yang disuguhkan sama sekali tak membuat penonton bergidik ketakutan, intinya adegan-adegan horor yang ditampilkan sama sekali tidak menyeramkan. Sedangkan unsur komedi yang disajikan sedikit hambar. Lelucon yang ditampilkan tak mampu membuat penonton tertawa.

Jika membandingkan film ini dengan film Ghostbusters pastinya sangat jauh berbeda dari segi apapun. Namun bagi teman-teman yang suka dengan cerita horor komedi ringan, Ghostbuser: Misteri Desa Penari bisa jadi salah satu tontonan hiburan yang bisa dinikmati.

Film Ghostbuser: Misteri Desa Penari rilis pada 9 April 2021. Film debut garapan Tora Sudiro ini bisa ditonton di Disney+ Hotstar.