The Ledge (2022)

Di kebanyakan film, rumah atau daratan menjadi lokasi dimana rangkaian cerita tersaji di atasnya. Namun dalam cerita The Ledge, tebing menjadi setting lokasinya.

The Ledge merupakan film thriller Amerika yang disutradarai oleh Howard J. Ford

Film yang ditulis oleh Tom Boyle ini mengisahkan tentang pendaki gunung, Kelly (Brittany Ashworth), yang terjebak di tengah tebing demi melarikan diri dari kejaran empat laki-laki tak baik; Josh (Ben Lamb), Reynolds (Nathan Welsh), Nathan (Louis boyer), dan Taylor (David Wayman).

Kelly datang ke Dolomites, Italia bersama teman italianya, Sophie (Anaïs Parello). Kedatangan Kelly ke pegunungan itu untuk merayakan hari jadi sekaligus mengenang kekasihnya yang tewas karena kecelakaan ketika mendaki tebing. Kelly dan Sophie tinggal di sebuah kabin sekitar pegunungan Dolomites. Tak jauh dari kabin mereka, 4 laki-laki datang kemudian melakukan pesta kecil di malam hari sebelum mendaki esok harinya. Salah satu dari mereka mengundang Kelly dan Sophie untuk bergabung. Kelly memutuskan untuk istirahat, sedangkan Sophie memutuskan untuk ikut bergabung.

Layaknya kumpul-kumpul biasa, mereka sedikit minum dan mengobrol tentang pendakian. Di saat mengobrol, ada satu kalimat yang diucapkan Sophie pada Josh yang membuatnya sakit hati. Malam itu juga, Josh melakukan aksi jahatnya pada Sophie. Meskipun ditentang oleh tiga temannya, Josh tetap melakukan aksi jahatnya hingga membuat Sophie jatuh ke jurang. Tanpa berdaya, Sophie berteriak dan minta tolong. Seperti sudah kepalang tanggung, Josh membunuh Sophie. Hal itu terekam kamera Kelly yang terbangun karena suara teriakan Sophie yang kemudian mendapati temannya dalam keadaan tak berdaya.

Nahas bagi Kelly karena Josh melihatnya sedang memegang kamera. Lantaran takut aksinya ketahuan, Josh dan tiga temannya mengejar Kelly untuk mendapatkan barang bukti itu dan menghancurkannya. Sekuat tenaga, Kelly melarikan diri ke atas tebing. Tanpa ampun, Josh dibantu tiga temannya mengejar Kelly hingga ke atas tebing. Dari situ adegan-adegan menegangkan yang dialami Kelly disuguhkan untuk penonton.

Pemandangan indah gunung, bukit, dan tebing di pegunungan Dolomites disajikan di awal cerita. Begitu juga dengan adegan yang memacu adrenalin sudah disajikan dari awal hingga menarik rasa penasaran penonton pada cerita The Ledge.

Rangkaian cerita The Ledge cukup sederhana dan mudah ditebak ending-nya, namun yang membuat menarik film yang berdurasi selama satu jam dua puluh enam menit ini adalah intensitas ketegangan yang disuguhkan dari awal hingga akhir. Sinematografinya juga sangat memukau.

Sebagai penonton awam yang tak mengerti tentang teknik pendakian, saya bisa menangkap sedikit ilmu mendaki. Salah satunya dari kalimat,

Climbing is like chess mixed ballet. It’s all a game. Use your mind, not your muscle.”

Baris kalimat tersebut dikatakan oleh kekasih Kelly pada saat mengajari Kelly dalam mengambil langkah di medan yang cukup sulit.

Karakter yang cukup kuat ditonjolkan pada karakter protagonis dan antagonis. Untuk menyeimbangkan karakter Kelly yang sangat berani dan tangguh, karakter Josh dibuat sangat keji dan menyebalkan.

The Ledge tidak menyuguhkan tema atau isu cerita yang baru, namun film ini bisa jadi tontonan yang menarik untuk disaksikan.