Roald Dahl’s Matilda the Musical (2022)

To change the world, it takes a little genius.”

Kalimat itu merupakan barisan kalimat pertama yang muncul dalam film Roald Dahl’s Matilda the Musical lalu dilanjutkan dengan nyanyian pembukaan adegan lahirnya bayi-bayi, dan satu bayi istimewa yang diberi nama Matilda Wormwood (Alisha Weir). Namun sayangnya keistimewaan tersebut tak dapat dirasakan oleh kedua orangtuanya, Harry Wormwood (Stephen Graham) dan nyonya Wormwood (Andrea Riseborough). Bahkan ayahnya selalu mengatakan bahwa Matilda adalah seorang anak laki-laki. Lantaran dalam versi ini, Matilda merupakan anak semata wayang.

Roald Dahl’s Matilda the Musical merupakan film musikal yang diadaptasi dari panggung musikal Matilda the Musical pada November 2013, yang mana hal tersebut mengadaptasi cerita dari buku yang ditulis oleh penulis Inggris Roald Dahl yang berjudul Matilda pada tahun 1988.

Matilda adalah seorang anak kecil yang kesepian akan tetapi sangat cerdas bahkan jenius. Ia suka membaca buku dan dari buku-buku yang ia baca ia selalu semangat menjalani hidup di situasi yang kejam, yang penuh ketidakadilan dan kecurangan yang dilakukan oleh orangtuanya dan orang dewasa zalim lainnya. Membaca juga membuat pikiran Matilda kuat dan memiliki kemampuan telekinesis.

Matilda selalu ingin bersekolah seperti anak-anak pada umumnya. Ketika pada akhirnya dimasukkan ke sekolah oleh ayahnya, namun sekolah itu sama sekali tidak seperti sekolah yang ia bayangkan. Bahkan sekolah yang dikepalai oleh kepala sekolah yang kejam, Agatha Trunchbull (Emma Thompson), memiliki moto yang berbunyi “Bambinatum est magitum” yang artinya anak-anak adalah belatung.

Cerita Roald Dahl’s Matilda the Musical kurang lebih hampir sama seperti cerita yang dibuat oleh Danny DeVito Matilda (1996). Beberapa hal yang jelas berbeda adalah musik, nyanyian, dan para pemain yang berasal dari penulis buku Matilda Roald Dahl berasal, yakni Inggris.

Ada beberapa tambahan alur cerita yang membuat film ini menarik untuk ditonton. Cerita dan pesan yang disampaikan sangat jelas dan realistis. Bila dalam cerita Matilda (1996) diisi beberapa adegan fantasi anak-anak, dalam versi musikal ini adegan fantasi disertakan dengan cerita atau dongeng Matilda yang penuh semangat. Bisa dibilang isi ceritanya lebih kepada sebuah karya sastra dan literasi. Dengan cerita yang lebih modern, Roald Dahl’s Matilda the Musical pastinya mampu memberi pandangan baru untuk penonton generasi baru.

Berbeda dari karakater Matilda dalam Matilda (1996), dalam cerita Roald Dahl’s Matilda the Musical, karakter Matilda digambarkan lebih berani, tegas, ekspresif, bergejolak, dan berapi-api. Matilda sangat bersemangat ketika bercerita dan hal itu membuat penonton bisa merasakan semangat itu. Alisha Weir melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Melakukan akting sebagai anak kecil pemberontak namun masih menggemaskan untuk sisi anak-anaknya, Alisha berhasil menarik perhatian penonton yang juga ikut merasakan emosionalnya.

Kekuatan dan manfaat membaca masih menjadi esensi cerita Matilda ini. Namun dalam film yang disutradarai oleh Matthew Warchus ini diperkuat dengan aksi story-telling yang dilakukan oleh Matilda kepada Nyonya Phelps (Sindu Vee), seorang pustakawan keliling.

Ya, dalam kisah ini terdapat satu tambahan karakter yang membuat cerita sedikit berbeda tapi untungnya malah bikin tambah seru. Bukan hanya itu, akhir cerita juga dibikin sedikit berbeda. Akan tetapi hal itu membuat cerita lebih masuk akal.

Beberapa variasi cerita disajikan dalam film yang berdurasi selama kurang satu jam lima puluh menit ini, dari hal umum tentang cita-cita dan keinginan anak-anak ketika besar nanti, hingga gambaran tentang bentuk sebuah pemberontakan.

Satir tentunya tetap ada dalam versi musikal ini. Diantaranya adalah tentang ketidakadilan, kecurangan, dan kesemena-menaan. Hal itu ditunjukkan baik melalui dialog atau pun adegan. Salah satu sarkasme yang paling saya tangkap dan mungkin ini berhubungan erat dengan suatu profesi tertentu yakni pada saat Matilda datang ke rumah gurunya, Miss Honey (Lashana Lynch), yang sangat kecil tepatnya seperti sebuah gubuk, kemudian Matilda mengatakan:

They paid teachers really badly. (Bayaran guru sangat rendah).”

Jika teman-teman sudah pernah menonton film Matilda (1996), tak perlu ragu menonton film versi musikal ini. Meskipun inti ceritanya hampir sama, tetapi akan terasa berbeda ketika menonton film yang ditulis oleh Dennis Kelly ini.

Roald Dahl’s Matilda the Musical rilis perdana di BFI London Film Festival pada 5 Oktober 2022, rilis di bioskop Inggris pada 25 November 2022, dan rilis di Amerika Serikat atau streaming di Netflix pada 9 Desember 2022.